Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Ruang Kosong Demokrasi Oleh Yeremias Bayoraya Kewuan

Indonesia sebagai negara demokrasi menjadi tercoreng karena orang terlalu jauh masuk dalam politik dengan berkendaraan agama.

Agama yang adalah ruang privasi dalam etika politik, diborgol masuk dalam ranah politik untuk memenangkan kepentingan dengan argument suci serta dipakai untuk mengintimidasi secara halus.

Politik Identitas

Michael Foucault, filsuf Perancis, telah memberi warning penting bahwa kekuasaan terbesar bercokol dalam wacana.

Baca Juga  Hari ini Lima Komisioner KPU SBD Ikut Sidang di DKPP; Tidak cermat dan profesional

Bahasa dan wacana dapat membentuk opini dan menguasai orang bahkan hingga menjadi sangat radikal dan frontal.

Wacana yang digunakan untuk membentuk opini masyarakat saat ini sangat masif dilakukan. Ternyata hal ini sangat berhasil menjadi senjata yang ampuh untuk menguasai orang lain.

Baca Juga  Bawaslu SBD Respon Soal Rencana Gugatan Paket Rakyat ke DKPP dan Mahkamah Konstitusi

Kenyataan bahwa di Indonesia, wacana
dalam berpolitik dipakai sebagai ujung tombak untuk mengkonstrusikan cara berpikir dan menginternalisasinya sebagai sebuah keyakinan akan kebenaran.

Apalagi wacana politik yang syarat dengan kepentingan dipakaikan baju agama, suku, golongan dan identitas kelompok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!