Sebelum Pasola Lamboya Ricuh, Para “Rato” Sudah Minta Berhentikan, Kades Harona Kalla: Kami Minta Maaf
Menurutnya, dalam ritual pasola, semua pihak, termasuk kasatria berkuda wajib mendengarkan himbaun para “rato” baik dari proses persiapan hingga pada puncak kegiatan. Sebab, para “rato” kata dia, merupakan pihak yang paling dihargai dalam ritual pasola.
“Jadi sebelum kacau para rato sudah minta kasih berhenti. Tapi penunggang kuda tidak dengar. Dibelakangnya rato baru terjadi kacau. Kalau saja penunggang kuda dengar, mungkin saja tidak terjadi kekacauan di lapangan itu,” kata Kepala Desa Harona Kall, Oktavianus Taba Kadi ketika dikonfirmasi storintt.id via telefon whatshap.
Menurutnya, kekacauan itu terjadi setelah ritual pasola berlangsung hampir 2 jam. Selama pertunjukan itu, pengunjung menyaksikannya dengan suasana riang gembira.
Namun, ia tak menyangka bahwa suasana yang begitu ramai dan kondusif justru mendapat sorotan negatif dari berbagai pihak, termasuk wisatawan.
Dengan kejadian itu, Oktavianus meminta maaf kepada seluruh wisatawan yang sudah merasa kecewa dalam menyaksikan ritual pasola di wilayahnya.