Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Sebelum Viral, Petugas Keamanan di Kampung Ratenggaro Lagi Ditiadakan untuk Sementara: Ada Masalah Internal yang Cukup Serius

Masyarakat di Kampung Ratenggaro bersama tetua adat sudah merencanakan untuk pertemuan bersama dalam melakukan pembenahan dan pengelolaan kampung sebagai salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi.(Dok.Istimewa)

Meski begitu, mewakil seluruh masyarakat, Wakil Ketua Lembaga Adat Kampung Ratenggaro, Paskalis Muda Tari Mada menyampaikan permohonan atas ketidaknyamanan wisatawan yang belakangan ini mengunjungi Kampung Ratenggaro.

“Atas nama warga Kampung Adat Ratenggaro, Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada semua pengunjung atas ketidaknyamanan yang di alami terutama bagi pengunjung pada situasi yang sedang viral saat ini,” kata Paskalis Muda Tari Mada yang kerap disapa Adi Mada, ketika dikonfirmasi, Senin(19/05/2025).

Baca Juga  Alun-Alun Tambolaka Sudah PHO, Masyarakat Diminta Jaga Fasilitas dan Kebersihan

Dengan kondisi tersebut, maka diduga banyak oknum masyarakat yang memanfaatkan situasi dalam melakukan tindakan yang tak terpuji.

Menurutnya, sistim tata kelola Kampung Ratenggaro yang menjadi salah satu tujuan wisata di Sumba Barat Daya juga sudah dituangkan dalam Peraturan Desa(Perdes).

Baca Juga  Alun-Alun Tambolaka Detak Jantung Sumba Barat Daya: Surga Kuliner Pelaku UMKM

Dalam Perdes itu, sudah diuraikan tentang jumlah pungutan karcis. Baik, karcis masuk, swafoto dan lain sebagainya.

“Untuk dapat diikuti bahwa lembaga Kampung Adat Ratenggaro yang menangani pengelolaan wisata sudah terbentuk aturan main tentang jenis dan jumlah pungutan maupun aturan lainnya tentang pengeloalaan wisata juga sudah terbentuk melalui Perdes,” katanya lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!