Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Setahun Mengabdi, Yayasan Tana Manda Sumba Apresiasi Relawan SPPG Langga Lero Lewat Tabungan Cicilan Emas

Rian Marviriks Storintt.id
Sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan kerja keras tersebut, Yayasan Tana Manda Sumba memberikan apresiasi spesial berupa tabungan cicilan emas kepada para relawan SPPG Langga Lero.

STORINTT – Hal berbeda ditunjukan oleh salah satu yayasan mitra Badan Gizi Nasional(BGN) yang selama ini sudah menjalankan tanggung jawab untuk pemenuhan gisi anak di Sumba Barat Daya, NTT.

Selain memastikan seluruh pemasokan bahan mentah berasal dari petani lokal untuk kebutuhan dapur, yayasan ini juga memberi apresiasi kepada seluruh relawan SPPG yang sudah mengabdi selama setahun ini.

Sebut saja, Yayasan Tana Manda Sumba. Perjalanan satu tahun pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Langga Lero, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, menjadi bukti nyata komitmen dalam membangun generasi muda yang sehat dan tangguh.

Di bawah naungan Yayasan Tana Manda Sumba, SPPG Langga Lero telah konsisten menyajikan makanan bergizi, aman, dan berkualitas bagi anak-anak sekolah serta kelompok sasaran lainnya.

Keberhasilan pelayanan selama setahun ini tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi tinggi puluhan relawan dapur yang bertugas tanpa kenal lelah.

Sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan kerja keras tersebut, Yayasan Tana Manda Sumba memberikan apresiasi spesial berupa tabungan cicilan emas kepada para relawan SPPG Langga Lero.

Tentunya ini menjadi bagian dukungan Yayasan Tana Manda Sumba dalam memastikan seluruh relawan mempunyai tabungan ketika program tersebut berakhir.

“Para relawan adalah pilar utama keberhasilan operasional SPPG Langga Lero. Tanpa komitmen dan kedisiplinan mereka di dapur gizi, program MBG tidak akan berjalan optimal. Melalui apresiasi tabungan cicilan emas ini, yayasan berharap dapat terus berjalan bergandengan tangan dengan masyarakat lokal demi mewujudkan Sumba Barat Daya yang bebas dari masalah gizi dan stunting,” kata Ketua Yayasan Tana Manda Sumba, Adam Mone, Senin(07/09/2026).

Menurutnya, sejak mulai beroperasi, para relawan menjadi garda terdepan dalam menjaga rantai pemenuhan gizi. Merekalah yang setiap hari mengolah bahan pangan lokal, memastikan kebersihan masakan, hingga menyiapkan porsi hidangan sesuai standar gizi yang ditetapkan.

Bukan hanya itu, ia menyebut bahwa ketelitian dan ketulusan para relawan ini memastikan setiap piring makanan yang tersaji bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak di Sumba Barat Daya.

“Maka atas kerja-kerja dan disiplin para relawan, kami fasilitasi dan memberi apresiasi lewat tabungan cicilan emas yang nantinya bisa menjadi modal ketika program ini berakhir. Ini bukan sekadar bentuk bonus atau hadiah biasa, melainkan langkah strategis yayasan untuk meningkatkan kesejahteraan finansial para relawan dalam jangka panjang,” kata Adam.

Menurut Adam, konsep pemikiran ini juga muncul karena setelah program ini berakhir, nantinya para relawan memiliki tabungan untuk menjadi modal usaha.

Lalu kenapa harus tabungan cicilan emas? Adam menyebut kalau nilai emas cenderung naik. Misalkan, kata Adam, sekarang mereka menabung 1 gram selama 1 tahun, setelah 1 tahun mereka bisa tingkatkan menjadi 2 gram dan seterusnya.

Untuk itu, melalui program cicilan emas yang difasilitasi yayasan, para relawan tidak hanya menerima pendapatan harian atau bulanan, tetapi juga memiliki tabungan aset bernilai tinggi untuk masa depan keluarga mereka.

“Apresiasi ini menjadi pembakar semangat bagi para relawan untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan standar kebersihan dan mutu makanan yang tinggi,” tambahnya.***

Tutup
error: Content is protected !!