Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Soal Dugaan Pembangunan Dermaga Hotel Mario di Pantai Mananga Aba, Kadis Pariwisata SBD Buka Suara

Rian Marviriks Storintt.id
Pantai tersebut diketahui merupakan aset Dinas Pariwisata SBD yang dikelola oleh BUMDes Karuni dan telah dilengkapi beberapa unit Lopo untuk fasilitas wisatawan.

STORINTT – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya, Heribertus Dara Hakalolu akhirnya angkat bicara terkait viralnya dugaan pembangunan dermaga oleh Hotel Mario di Pantai Mananga Aba, Kecamatan Loura yang diperuntukan bagi tamu untuk berenang atau mandi.

Melalui pesan singkat, Heribertus membenarkan bahwa pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya aktivitas pembangunan di pantai tersebut.

“Sekitar minggu kemarin saya dapat info dari penjaga pantai Mananga Aba bahwa ada pembangunan dermaga dari pihak Mario Hotel,” ujar Heribertus Dara Hakalolu, Minggu (18/10/2026).

Terkait status perizinan bangunan tersebut apakah legal atau ilegal, Kadis mengaku belum mengetahui secara pasti karena bukan menjadi kewenangan instansinya.

“Kalau soal berizin atau ilegal, saya tidak tahu. Mungkin bisa cek dengan instansi terkait. Kami belum sempat turun. Urusan perizinan ada instansi lain yang kelola. Bukan kami. Kalau laut pasti milik negara,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya berencana akan segera turun ke lokasi untuk memastikan langsung bangunan yang dimaksud.

“Pada batasan tertentu. Saya belum pastikan. Semoga minggu depan kami bisa turun,” tambahnya.

Menariknya, Heribertus menyebut berdasarkan informasi terbaru yang ia terima, bangunan yang sedang dikerjakan bukanlah dermaga seperti yang viral, melainkan pemecah gelombang.

“Dan info terbaru yang saya dapat itu, Mario bangun pemecah gelombang, bukan dermaga,” tutupnya.

Sebelumnya, Pantai Mananga Aba atau Pantai Kita viral setelah video pekerja yang sedang membangun dermaga kecil di bibir pantai beredar luas.

Pantai tersebut diketahui merupakan aset Dinas Pariwisata SBD yang dikelola oleh BUMDes Karuni dan telah dilengkapi beberapa unit Lopo untuk fasilitas wisatawan.

Pantai ini juga memiliki sejarah kelam dimana dulu 2 mahasiswa harus dipenjara karena menolak aktivitas tambang pasir di lokasi tersebut.***

Tutup
error: Content is protected !!