Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Soal Pasir Laut, Ketua Komisi II DPRD SBD: Bupati dan Kita Semua Tidak Ada Yang Mau Masuk Penjara

Heribertus tidak menafikan bahwa dirinya juga sangat membutuhkan pasir laut dalam membuat batu kubur ketika ada keluarga yang meninggal dunia, atau pun kebutuhan pembangunan rumah.(Dokpri Rian Marviriks)

Disisi lain, Heribertus juga menyentil soal pembangunan perumahan kumuh di Kelurahan Weetebula yang disorot belakangan ini.

Menurutnya, ketika melakukan monitoring, pihak DPRD juga menyarankan penerima manfaat untuk bijak dalam menyikapi kondisi saat ini.

“Saran seperti kami disampaikan kemarin untuk pembangunan perumahan kumuh di Kelurahan Weetebula, karena kita ambil pasir dari luar, ada campuran lumpur, bijak dengan hati, terima bantuan pemerintah, cucilah pasir itu supaya keluarkan lumpur.

Baca Juga  6 Dokter Spesialis Tiba di Sumba Barat Daya, Ada Dokter Penyakit Dalam dan Saraf

Kalau paksa pemerintah dengan kondisi seperti saat ini, ambil pasir dari mana? Kan kita yang tinggal dalam itu rumah. Jadi harus bijak, terima itu bantuan, dilakukan dengan baik supaya pemerintah memberi itu bantuan, masyarakat juga menikmati rumah yang kokoh. Itu saran kita,” tuturnya.

Baca Juga  Penyampaian Pendapat di Muka Umum Tanpa Pemberitahuan, Akan Kena Sanksi Pidana Jika Ganggu Kepentingan Umum

Dengan berbagai desakan para aksi massa untyk keluarkan ijin, Heribertus menegaskan bahwa tidak bisa dijawab sekarang ini. Sebab, masih banyak proses yang harus dilalui untuk mendapatkan ijin. Apalagi disebutnya, Kabupaten Sumba Barat Daya tidak memiliki ruang tambang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!