Tak Kenal Lelah, Soal Penambangan Pasir, Bupati SBD Mendengar Keluhan Komunitas Sopir Dump Truck
“Kami semua kehilangan pendapatan sejak ada larangan itu. Kami bingung mau kerja apa lagi. Dan ketika ada edaran itu kami juga setop sebagai tanda kami hargai kebijakan pemerintah. Untuk itu kami berharap ada solusi yang terbaik,” ngaku Aplonio ketika ditemui setelah audiens dengan Bupati SBD, Kamis(06/03/2025).
Sementara itu, Agustinus Ama Rode Bili juga menyampaikan hal yang sama. Ia pun mengeluhkan bahwa harapan satu-satunya dalam memenuhi kebutuhan keluarga adalah hanya sebagai sopir dump truck pengangkut pasir laut.
Hal senada juga ditambahkan oleh Yohanes Bili. Yohanes bercerita, dirinya benar-benar kehilangan pekerjaan. Apalagi, kata dia, dimusim ASF ini membuatnya tak berdaya.
“Jujur, kami semua hanya mengharapkan pendapatan dari pekerjaan ini sebagai sopir dump pengangkut pasir. Pendapatan kami ini harapan satu-satunya untuk kebutuhan hidup dan biaya anak sekolah. Kami ada pelihara babi, tapi virus ini juga menjadi kendala. Kami harap betul mama Bupati bisa mencari solusinya,” keluhnya.
Menanggapi keluhan itu, Pemerintah Sumba Barat Daya dibawa kendali Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla mengapresiasi komunitas sopir dump truck yang sudah memberanikan diri untuk menyampaikan aspirasinya.
Ratu tidak mempungkuri bahwa kebutuhan pasir sangat dibutuhkan oleh semua masyarakat termasuk kelancaran pembangunan daerah.
Tinggalkan Balasan