Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Tak Kenal Lelah, Soal Penambangan Pasir, Bupati SBD Mendengar Keluhan Komunitas Sopir Dump Truck

Komunitas sopir dump truck Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) menyambangi Kantor Bupati untuk menyampaikan keluhan-keluhan mereka.(Dokpri Rian Marviriks)

“Kami semua kehilangan pendapatan sejak ada larangan itu. Kami bingung mau kerja apa lagi. Dan ketika ada edaran itu kami juga setop sebagai tanda kami hargai kebijakan pemerintah. Untuk itu kami berharap ada solusi yang terbaik,” ngaku Aplonio ketika ditemui setelah audiens dengan Bupati SBD, Kamis(06/03/2025).

Sementara itu, Agustinus Ama Rode Bili juga menyampaikan hal yang sama. Ia pun mengeluhkan bahwa harapan satu-satunya dalam memenuhi kebutuhan keluarga adalah hanya sebagai sopir dump truck pengangkut pasir laut.

Baca Juga  Setor Rp7,4 Juta, Kelompok Tani Penerima Bantuan Sumur Bor Sebut Ada Intervensi Dari Dinas Pertanian SBD Hingga Batal Pencairan

Hal senada juga ditambahkan oleh Yohanes Bili. Yohanes bercerita, dirinya benar-benar kehilangan pekerjaan. Apalagi, kata dia, dimusim ASF ini membuatnya tak berdaya.

“Jujur, kami semua hanya mengharapkan pendapatan dari pekerjaan ini sebagai sopir dump pengangkut pasir. Pendapatan kami ini harapan satu-satunya untuk kebutuhan hidup dan biaya anak sekolah. Kami ada pelihara babi, tapi virus ini juga menjadi kendala. Kami harap betul mama Bupati bisa mencari solusinya,” keluhnya.

Baca Juga  Ratu Wulla Bicara Sejarah Politik di Mahkamah Konstitusi

Menanggapi keluhan itu, Pemerintah Sumba Barat Daya dibawa kendali Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla mengapresiasi komunitas sopir dump truck yang sudah memberanikan diri untuk menyampaikan aspirasinya.

Ratu tidak mempungkuri bahwa kebutuhan pasir sangat dibutuhkan oleh semua masyarakat termasuk kelancaran pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!