Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Takut Diberhentikan Sementara, Kepala Desa Panenggo Ede Kerja Jalan Abal-Abal, Anggaran Rp256 Juta

Setelah mendapat sorotan soal rehabilitas kantor desa yang juga dikerjakan tidak tuntas, Marten Mete kembali menuai sorotan ketika mengerjakan jalan dengan volume 1.700 meter.(Dokumen warga)

Kepala Desa Panenggo Ede dinilai mengerjakan dalam kondisi terdesak karena terancam akan diberhentikan sementara dari jabatan sebagai Kepala Desa Panenggo Ede jika tidak membereskan segala temuan termasuk pekerjaan jalan tersebut.

Dampaknya, sejumlah titik jalan ini sudah terkikis oleh air hujan. Bahkan, beberapa titik lainnya digenangi air dan menyebabkan jalan menjadi becek dan tak beraturan. Siraman sirtu ini dinilai hanya untuk menutup tanah hitam badan jalan.

Baca Juga  Armin Ate, Perempuan Hebat yang Tak Berkaki dan Telapak Tangan Merindukan Perhatian Pemerintah

Dengan tindakan itu, Kepala Desa Panenggo Ede terkesan membereskan temuan untuk menyelematkan diri dari proses hukum. Padahal, jika dihitung-hitung, pekerjaan jalan ini semestinya sudah diselesaikan pada tahun 2024 lalu.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, seorang warga Desa Panenggo Ede, Frans Pati Hagongo menyoroti pekerjaan jalan yang dibereskan oleh Kepala Desa.

Baca Juga  Jauh Dari Pusat Kota, Kantor Camat Kodi Balaghar Memikat Hati Meski Sulit Akses Jaringan Internet

Frans menyebut pekerjaan jalan itupun dikerjakan abal-abal. Bahkan, hingga saat ini juga belum finis.

“Jalan dipindahkan dari titik awal. Sekarang psosisi jalan itu ada dibelakang orangtua kades menunu ke kali. Tidak bermanfaat sama sekali. Kami tidak tahu dipindahkan karena tidak ada rapat,” ucap Frans.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!