Takut Diberhentikan Sementara, Kepala Desa Panenggo Ede Kerja Jalan Abal-Abal, Anggaran Rp256 Juta
Frans menuturkan, ia menduga titik jalan dipindahkan lantaran tanaman padi dan jagung masyarakat sudah tumbuh.
Awalnya, ketika dilakukan survei, seluruh masyarakat pemilik lahan setuju untuk menghibahkan tanah mereka demi kelancaran pembangunan jalan.
Sayangnya, pasca disurvei, Kepala Desa Panenggo Ede malah tidak mengerjakan jalan ini. Bahkan, ia diduga telah memanfaatkan anggaran tersebut untuk kebutuhan pribadi.
“Dulu itu semua masyarakat setuju untuk buat jalan disitu, tapi karena sudah lama sekali tidak dikerjakan, jadi masyarakat tanam jagung dan padi sudah. Sekarang tanaman itu sudah tumbuh. Karena ada temuan dan kepala desa diminta kerja itu jalan, mungkin karena takut dia pindahkan sudah di lahan yang tidak ada tanaman dan tidak bermanfaat,” tutur Frans.
Frans juga menyebut beberapa temuan lainnya belum ada yang dibereskan oleh Kepala Desa Panenggo Ede. Untuk itu, ia mendesak seluruh pihak yang berwewenang supaya lebih serius dalam menangani persoalan tersebut.***
Tinggalkan Balasan