Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Takut Diberhentikan Sementara, Kepala Desa Panenggo Ede Kerja Jalan Abal-Abal, Anggaran Rp256 Juta

Setelah mendapat sorotan soal rehabilitas kantor desa yang juga dikerjakan tidak tuntas, Marten Mete kembali menuai sorotan ketika mengerjakan jalan dengan volume 1.700 meter.(Dokumen warga)

Frans menuturkan, ia menduga titik jalan dipindahkan lantaran tanaman padi dan jagung masyarakat sudah tumbuh.

Awalnya, ketika dilakukan survei, seluruh masyarakat pemilik lahan setuju untuk menghibahkan tanah mereka demi kelancaran pembangunan jalan.

Sayangnya, pasca disurvei, Kepala Desa Panenggo Ede malah tidak mengerjakan jalan ini. Bahkan, ia diduga telah memanfaatkan anggaran tersebut untuk kebutuhan pribadi.

Baca Juga  Dituding Klaim Hasil Merantau, Kepala Desa Weekombak: Kami Tidak Pernah Bilang Pakai Dana Desa Semua

“Dulu itu semua masyarakat setuju untuk buat jalan disitu, tapi karena sudah lama sekali tidak dikerjakan, jadi masyarakat tanam jagung dan padi sudah. Sekarang tanaman itu sudah tumbuh. Karena ada temuan dan kepala desa diminta kerja itu jalan, mungkin karena takut dia pindahkan sudah di lahan yang tidak ada tanaman dan tidak bermanfaat,” tutur Frans.

Baca Juga  Paket Ratu Angga Unggul 8005 Suara, Saksi Paket Aman; Data yang kami pegang sama

Frans juga menyebut beberapa temuan lainnya belum ada yang dibereskan oleh Kepala Desa Panenggo Ede. Untuk itu, ia mendesak seluruh pihak yang berwewenang supaya lebih serius dalam menangani persoalan tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!