Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Tekan Angka Stunting, Dinas Perikanan SBD Salurkan Bantuan Abon Ikan untuk Balita di Desa Radamata: Program Berdampak Ganda

Rian Marviriks Storintt.id
Hery menjelaskan, pemilihan abon ikan sebagai produk intervensi didasarkan pada beberapa keunggulan praktis dan nutrisinya. Sementara, bantuan itu akan menyasar sejumlah anak stunting yang berada di Desa Radamata.

STORINTT – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Barat Daya menginisiasi program pendistribusian bantuan makanan tambahan berbasis protein hewani.

Kali ini, intervensi difokuskan pada penyaluran abon ikan berkualitas tinggi yang ditargetkan untuk balita gizi kurang, balita stunting di Desa Rada Mata, Kecamatan Kota Tambolaka.

Pemberian makanan tambahan yang bergizi ini disebut menjadi salah satu strategi utama Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Barat Daya dalam mempercepat penurunan angka stunting dibeberapa desa yang menjadi dampingan. Apalagi, program tersebut juga selaras dengan program peioritas Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati, Dominikus Alphawan Rangga Kaka.

“Jadi, kegiatan ini tidak terlepas dari program prioritas Ibu Bupati dan Bapak Wakil dalam menekan angka stunting di daerah ini,” kata Kepala Dinas Perikanan Sumba Barat Daya, Hery Bora, Kamis(16/07/2026).

Hery menjelaskan, pemilihan abon ikan sebagai produk intervensi didasarkan pada beberapa keunggulan praktis dan nutrisinya. Sementara, bantuan itu akan menyasar sejumlah anak stunting yang berada di Desa Radamata.

Menurutnya, produk olahan abon ikan tersebut merupakan hasil produksi dari 6 kelompok dampingan di desa itu.

Dengan demikian, kata dia, program ini memiliki dampak ganda. Yakni, menekan angka stunting sekaligus memggerakkan roda ekonomi para pelaku UMKM di Desa Radamata yang juga merupakan kelompok dampingan Dinas Perikanan.

“Abon ikan yang kami salurkan diproduksi langsung oleh kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) binaan kami yang berada di Desa Radamata. Kami juga apresiasi atas komitmen kelompok dampingan yang sudah mengolah abon ikan tersebut,” katanya lagi.

Selain membagikan paket abon ikan, Hery juga menghimbau keluarga penerima manfaat agar tidak mengandalkan bantuan, tetapi juga mulai membiasakan konsumsi ikan segar hasil tangkapan atau budi daya lokal dalam menu sehari-hari.

Untuk itu, melalui sinergi lintas sektor dan pemanfaatan potensi pangan lokal seperti ini, Hery optimistis target penurunan stunting dapat tercapai, sekaligus menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.***

Tutup
error: Content is protected !!