Tutup Kegiatan Matrikulasi Akademik Pariwisata Sumba, Bupati Ratu Wulla: Peluang Kerja Besar
STORINTT – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla menutup kegiatan matrikulasi di Akademik Pariwisata(AKPAR) Sumba tahun ajaran 2026-2027, Senin(31/08/2026) di Kelurahan Weetobula, Kecamatan Tambolaka.
Untuk diketahui, saat ini 201 mahasiswa siap melanjutkan pendidikan mereka di Akademik Parwisata Sumba setelah mengikuti matrikulasi.
Kehadiran perguruan tinggi vokasi ini disebut menjadi salah satu wadah percepatan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dibidang pariwisata di daerah Sumba Barat Daya, NTT.
Bupati Ratu Wulla mengatakan, Pemerintah Sumba Barat Daya menyambut kehadiran Akademik Pariwisata Sumba di daerah ini. Menurutnya, lahirnya Akademi Pariwisata Sumba ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Jadi sebagai orang Sumba, kita harus yakin dan optimis bahwa Sumba akan sejahtera ke depan. Masyarakat akan hidup lebih baik lagi. Sebagai Bupati itu mimpi saya. Dan saya akan berjuang untuk itu dengan kolaborasi, kerjasama dan kekuatan paling besar adalah Pariwisata itu sendiri,” kata Bupati Ratu Wulla sebelum menutup kegiatan matrikulasi.
Bupati Ratu Wulla meyakini kalau putra-putri daerah yang menyelesaikan pendidikannya di Akademik Pariwisata Sumba akan menjadi tenaga kerja yang siap bekerja di berbagai resort atau hotel yang berada di daerah ini.
Apalagi, saat ini sudah banyak investor yang membangun hotel di Pulau Sumba, khususnya di Sumba Barat Daya, NTT. Sehingga ia menyebut peluang kerja di dunia pariwisata sangat besar.
“Tetapi saya meminta supaya adik-adik mahasiswa juga nelajar dengan giat, berikan yang terbaik. Tentunya, hotel-hotel yang ada akan pekerjakan kita, jika kita juga mempunyai kualitas, lebih khusus lagi kalau kita mempunyai kemampuan berbahasa inggris,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Ratu Wulla mengatakan, sebagai wujud dukungan pemerintah, nantinya akan diberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi, termasuk mahasiswa yang berasal dari kekuarga tidak mampu.
Selain itu, ia juga menyampaikan kalau Pemerintah Sumba Barat Daya saat ini sedang berkomitmen untuk mencetak 100 magister dan 10 doktor. Sehingga, ia meminta para dosen yang mau melanjutkan studi supaya tetap membangun koordinasi yang baik.
Namun, bagi dosen yang akan mendapat bantuan beasiswa, ia memberi catatan khusus supaya tetap mengabdi di Kabupaten Sumba Barat Daya setelah menyelesaikan studinya.
“Untuk adik-adik mahasiswa teruslah belajar dengan giat, berinovasi dan tunjukan skil kalian. Ke depan kita akan membangun kerja sama untuk terus berkolaborasi dalam membangun daerah kita ini,” katanya lagi.***