Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Walau Sudah Buat Onar, Ratu Wulla Masih Melerai Oknum DPRD SBD Demi Menjaga Keamanan Masyarakat Kecil

Dappa Bulu yang juga anggota DPRD SBD Dapil III dari Partai Gerindra itu mengklaim bahwa lahan tempat didirikan posko Ratu Angga merupakan haknya.

“Pas kami ada ronggeng karena Pak Angga ada omong dan resmikan posko tiba-tiba Dappa Bulu langsung masuk dan meminta hentikan. Terus kami masih sementara ronggeng karena terlalu senang, kami tidak tahu lagi kalau Dappa Bulu ada protes,” ngaku Jhon.

Akhirnya, karena masyarakat ada ronggeng, Dappa Bulu membalikan fakta bahwa dirinya di ancam. Padahal, masyarakat ronggeng, kata Jhon itu karena senang dan gembira dan bukan mengancam atau mengejek pihak manapun.

“Kami sedang ronggeng Dappa Bulu protes. Jadi seolah-olah kami ronggeng karena dia yang melakukan protes padahal karena kami senang. Dan kami ronggeng sebelum dia protes,” tegas Jhon.

Baca Juga  Lagi, Pewarta SBD Kembali Mendapat Piagam Penghargaan Dari Kodim 1629 SBD

Jhon juga menegaskan bahwa tanah tempat didirikan posko Pemenangan Ratu Angga merupakan milik keponakannya dan Leda Dara.

Sementara posisi posko dan tanah milik Dappa Bulu disebutnya masih berjauhan. Posko tersebut berada dipersimpangan tepatnya jalan masuk kampung.

“Tanah itu milik ponakan saya dan ada orangtua satu namanya Leda Dara. Bukan milik Dappa Bulu,” tegasnya lagi.

Jhon menuturkan, sejak proses pembuatan posko pemenangan Ratu Angga tidak ada yang melakukan protes atau aksi pembatalan. Posko itu dibuat sejak beberapa minggu lalu.

Selama proses pembuatan ditegaskannya lagi tidak yang melakukan penghalangan. Bahkan, segala bentuk kebutuhan dalam pembuatan posko pemenangan Ratu Angga merupakan hasil swadaya masyarakat Webaghe.

“Karena kami mau kasih rapi sudah itu posko, tetapi kami tidak ada modal dan tidak mau kasih rugi Ibu Ratu, makanya kami jual batang keladi pakai beli paku. Seandainya batang keladi terjual semua mungkin sudah rapi. Kami tidak pernah minta uang seribu di Ratu Angga. Kami benar-benar tulus,” tuturnya.

Baca Juga  Selama 3 Tahun Berturut-Turut Pemerintah SBD Mendapat Penghargaan WTP

Kendati membuat gaduh saat proses peresmian posko, Jhon pun menegaskan supaya tidak ada intervensi dari manapun yang memakasa masyarakat untuk memilih.

Jhon menyebut dirinya dan seluruh masyarakat Desa Webaghe memiliki kebebasan untuk memili calon Bupatidam Wakil Bupati.

“Jangan coba-coba ada yang jajah kami. Kami juga punya kebebasan untuk memilih,” ujar Jhon dengan tegas.

Hingga saat ini, Jhon menambahkan, suasana tempat didirikan posko pemenangan Ratu Angga tetap kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!