Warga Desa Marokota Tolak Pembongkaran Gedung Kantor Desa Untuk KDMP: Jangan Kasih Bodoh Rakyat, Camat Saja Tidak Tahu
Pembongkaran terpaksa dicegal karena pembangunan kantor desa itu dinilai mempunyai historis tersendiri. Warga klaim bahwa pembangunan kantor desa dilakukan secara swadaya dan gotong royong. Sayangnya, di tahun 2026, pembongkaran dilakukan tanpa melibatkan warga lagi.
“Turun, turun, turun,” teriak warga yang meminta aparat desa turun dari atas atap kantor desa.
Dalam video itu, juga tampak terlihat sejumlah anggota TNI AD Kodim 1629 SBD. Mereka berupaya mengamankan situasi dengan menenangkan warga.
Namun, warga yang melakukan penolakan justru menanyakan alasan pembongkaran tersebut di Penjabat Kepala Desa Marokota. Mereka juga menanyakan alasan pemerintah desa tidak melibatkan masyarakat dalam pembongkaran tersebut.
Warga Desa Marokota juga meminta Pemerintah Desa supaya melibatkan seluruh masyarakat jika ada perencanaan pembangunan yang mau dilakukan, bukan malah kerja secara diam-diam.
“Kamu jangan kasih bodoh rakyat, saya sudah tanya Camat Wewewa Barat, dia tidak tahu kalau ada ini pembangunan. Camat bisa tidak tahu. Tidak bisa PLT atur maumu, harus kompromi dengan masyarakat, bukan terus-terus bongkar atur kalian punya mau,” ungkap suara dalam rekaman video tersebut.