Warning! Pimpinan Dinas di Sumba Barat Daya Terancam di Non Job
Dikesempatan itu juga, Bupati Ratu menyentil Dinas Perdagangan yang ogah hadir ketika dirinya bersama Wakil Bupati melakukan sidak di pasar. Sedangkan, dari pihak Dispenda hanya mengutus seorang staf.
Hal ini juga memicu kemarahan Bupati Ratu hingga meminta OPD terkait dibawa komando asisten supaya tetap melakukan koordinasi tentang penataan pasar yang menjadi pilot project 10 hari kerja.
“Jika sudah 100 hari kerja tapi apa yang menjadi instruksi saya tidak dilaksanakan, mohon maaf dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya akan mengganti bapak ibu,” tambah Bupati Ratu penuh tegas.
Bukan hanya dengan persoalan itu, Pimpinan Dinas/Badan juga terancam di non job jika seluruh kegiatan-kegiatan yang hendak dilakukan tidak dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati. Baik bersumber dari anggaran Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten.
Menurut Bupati Ratu, ditemukan beberapa Pimpinan Dinas yang enggan menyampaikan laporan kegiatan terhadap dirinya jika tidak dihubungi.
“Dan saya juga minta seluruh OPD untuk melaporkan semua kegiatan-kegiatan yang ada di dinas, jangan tunggu saya telepon, ada yang bilang tunggu Bupati telepon baru kita datang bawa laporan. Kegiatan apa saja yang ada di dinas harus diketahui oleh Bupati. Saya akan cek, jangan lapor ke saya hanya setengah bagian, yang lain disembunyikan, ada apa ini? Mau main-main dengan saya? Jangan coba main-main dibelakang saya,” tegas Bupati Ratu.
Tinggalkan Balasan