Wisatawan Kecewa, Padahal Air Terjun Pabeti Lakera Sudah Bersertifikat Kepemilikan
Yasinta menilai terjadi pembiaraan terhadap penataan aset wisata milik pemerintah setempat. Padahal, kata dia, potensi alam Air Terjun Pabeti Lakera sangat menjanjikan apabila ditatah dengan baik oleh pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.
Dia pun mengkritisi pembangunan lopo di lokasi Air Terjun Pabeti Lakera yang tidak bermanfaat untuk pengunjung wisata tersebut.
Bahkan, kata dia, rumput sudah menjalar tinggi di lopo-lopo yang dibangun oleh pemerintah.
“Bangun lopo tapi tidak bermanfaat. Buang anggaran saja. Coba dimanfaatkan untuk menjual makanan lokal pasti lebih berdampak. Nah, ini yang harus dilihat oleh pemerintah,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menilai akses jalan menuju di lokasi air terjun rusak parah. Hal itu pun disebutnya telah membuat pengunjung tidak nyaman.
Terpisah, terkonfirmasi, Sekretaris Dinas Pariwisata SBD, Agustinus Wora Wora mengakui bahwa Air Terjun Pabeti Lakera kurang mendapatkan pengelolahan yang maksimal.
Dia juga mengakui bahwa Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki potensi alam yang memadai. Namun, dikarenakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendal pemerintah dalam menatah suapaya lebih baik.
Tinggalkan Balasan