154 Pasangan di Sumba Barat Daya Dapat Kepastian Hukum Lewat Nikah Massal Chanel Sang Ratu
STORINTT – Sebanyak 154 pasangan suami istri di Kabupaten Sumba Barat Daya akhirnya mendapatkan kepastian hukum setelah mengikuti pencatatan perkawinan massal yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi Chanel Sang Ratu atau Kanal Komunikasi Sistem Layanan Terintegrasi untuk Kepastian Hukum oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Kegiatan bersejarah tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Kamis(01/10/2026) di Aula Kantor Bupati, yang sekaligus menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam melindungi hak-hak keluarga.
Selain itu, pencatatan massal ini merupakan bagian integral dari peluncuran inovasi Chanel Sang Ratu, hasil kolaborasi antara Dinas Dukcapil SBD, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Pengadilan Negeri, dan lembaga terkait lainnya.
“Hari ini kita tidak hanya menandatangani dokumen kerjasama Chanel Sang Ratu, tetapi juga melaksanakan pencatatan perkawinan massal bagi 154 pasangan. Ini menjadi simbol nyata bahwa negara hadir, melindungi, dan memberikan kepastian hukum bagi setiap keluarga di SBD,” ujar Bupati Ratu Wulla.
Bupati Ratu Wulla menjelaskan, masih banyak pasangan di Sumba Barat Daya yang telah menikah secara adat dan gereja namun belum memiliki akta perkawinan resmi dari negara.
Dengan demikian, kondisi tersebut berdampak pada sulitnya mengurus dokumen kependudukan lain seperti Akta Kelahiran anak, Kartu Keluarga, hingga akses bantuan sosial dan pendidikan.
Kepada 154 pasangan, Bupati berpesan bahwa pencatatan ini adalah momen sakral yang menentukan ikatan cinta dan komitmen sehidup semati di hadapan negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Dengan pencatatan resmi ini, perkawinan Bapak Ibu kini sah dan terlindungi oleh hukum. Sehingga hak-hak perdata keluarga termasuk hak anak, hak waris, hak asuh, dan hak atas dokumen kependudukan lainnya dapat terjamin dengan baik. Anak-anak kita juga bisa memiliki akta kelahiran yang lengkap dengan nama ayah dan ibu,” pesannya.
Bupati juga menyelipkan pesan mendalam tentang pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Menurutnya, ketahanan sebuah negara dan daerah dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga, yang merupakan miniatur bangsa.
“Rumah tangga berkumpul membentuk dusun, dusun berkumpul membentuk desa, desa berkumpul menjadi kabupaten, kabupaten berkumpul menjadi provinsi. Kalau kita mau mensejahterakan SBD, maka harus dimulai dari rumah tangga. Negara yang kuat itu dimulai dari keluarga yang kuat,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga untuk fokus membahagiakan keluarga masing-masing dan tidak mudah tergoda isu-isu yang memecah belah rumah tangga.
“Suami pastikan istri bahagia, istri pastikan suami sehat dan bertanggung jawab. Bahagia itu bukan harus berkelimpahan harta. Cukup makan, cukup minum, anak-anak sehat, bisa sekolah, itu sudah bahagia. Mari kita jaga keutuhan rumah tangga kita masing-masing, karena dari sanalah Sumba Barat Daya yang sejahtera akan terwujud,” tutup Ratu Wulla yang disambut tepuk tangan haru dan isak bahagia dari para pasangan.
Program ini pun mendapat sambutan antusias dari masyarakat, karena seluruh prosesnya gratis tanpa dipungut biaya apapun, sejalan dengan semangat Chanel Sang Ratu yang mengedepankan pelayanan cepat, mudah, transparan, dan berkeadilan.***