3 Siswa SD Tenggelam di Lokasi Terdamparnya KM Abadi Jaya, Camat Balaghar: 2 Korban Sudah Ditemukan
STORINTT – Kabar duka menyelimuti masyarakat Sumba Barat Daya, khususnya masyarakat Kodi Balaghar pasca terdamparnya KM Abadi Jaya di perairan pantai Waibuku, Desa Waimaringi baru-baru ini.
Dalam persitiwa ini, nasib naas juga dialami oleh ketiga orang anak ketika mendatangi pantai Waibuku untuk melihat secara langsung kondisi KM Abadi Jaya yang kandas. Ketiga anak tersebut masih dibangku Sekolah Dasar(SD).
Saat itu, mereka sedang bermain dibagian depan kapal KM Abadi Jaya tanpa menyadari bahwa ombak besar akan muncul.
“Benar, ada 3 orang anak yang tenggelam di Pantai Waibuku tempat terdamparnya kapal penangkap ikan, KM Abadi Jaya. Ya, masih sekolah, mereka masih dibangku SD,” kata Camat Kodi Balghar, Adi Mada, Selasa(27/01/2026) ketika dikonfirmasi via whatshap.
Menurutnya, ketika ketiga anak itu terbawa arus ombak, salah satu warga masih melakukan upaya penyelamatan. Namun, karena gelombang laut yang deras, warga tersebut juga kehabisan tenaga.
Melihat akan hal itu, beberapa warga lain juga menggunakan berbagai cara untuk melakukan upaya penyelamatan. Sayangnya, usaha tersebut tidak menuai hasil hingga ketiga anak itu lenyap terbawa arus laut.
“Sempat dilakukan usaha penyelematan oleh salah satu warga, tapi warga itu juga kehabisan tenaga, ada upaya-upaya lain juga yang dilakukan oleh warga lain, tapi karena arus ombak begitu deras, jadi tidak bisa dilanjutkan,” kata Adi Amada sesuai informasi yang diperolehnya.
Upaya pencarian pun masih terus dilakukan secara mandiri oleh warga setempat hingga pada hari kemarin.
Namun, dalam pencarian itu, warga dihadapkan dengan ombak yang begitu deras. Sehingga membuat mereka wanti-wanti dalam melanjutkan pencarian.
“Dicari sepanjang hari kemarin, saya juga masih sempat ke sana, tapi tidak ada lagi yang berani nyelam di sana karena ombak besar. Apalagi karena sudah ada korban, masyarakat lain semakin kuatir juga,” ucap Adi Mada.
Kendati demikian, warga setempat berhasil menemukan dua orang korban pada, Selasa(27/01/2026) sekitar pukul 07.00 Wita tadi.
Sedangkan 1 korban lagi ditemukan sedang terjepit didalam batu karang. Kedua korban tersebut ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan sudah berada di tengah keluarga masing-masing.
Dengan kodisi alam itu, Adi Mada sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek, BPNB SBD. Menurutnya, hari ini kemungkinan tim Basarnas dari Waingapu, Sumba Timur akan turun untuk membantu melakukan proses pencarian terhadap satu korban.
“Kemarin kami sudah koordinasi dengan polsek, BPNB Kabupaten SBD, kemungkinan besar hari ini Basarnas dari Waingapu turun untuk membantu pencairian satu korban yang belum ditemukan,” tambahnya.***
Tinggalkan Balasan