5 Unit Sumur Bor Dibawah Kendali Dinas Pertanian SBD Bermasalah, Telan Anggaran Rp1,5 Miliar
Anehnya, pihak Inspektorat perintahkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut tanpa kalender kerja yang ditentukan.
“Kalau Inspektorat sudah periksa, Kepala Inspektorat turun sendiri. Sampai selesai, yang bertanggung jawab penuh dalam pekerjaan ini ini adalah kelompok tani,” tuturnya.
Adapaun kelima Kelompok Tani yang mendapat bantuan sumur bor namun bermasalah, diantaranya, kelompok tani Wali Ate di Desa Loko Kalada. Kelompok tani Hidup Bersama di Desa Werena.
Selanjutnya, Kelompok tani Ngindi Ate di Desa weelonda. Kemudian, kelompok tani Lara Daha di Desa Moro Manduyo. Kelompok tani Mbinya Mopir di Desa Hameli Ate.***
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
Tinggalkan Balasan