Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

5 Unit Sumur Bor Dibawah Kendali Dinas Pertanian SBD Bermasalah, Telan Anggaran Rp1,5 Miliar

Salah satunya sempat batal diresmikan oleh Bupati beberapa minggu lalu tepatnya di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara. (Dokpri Rian Marviriks)

Anehnya, pihak Inspektorat perintahkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut tanpa kalender kerja yang ditentukan.

“Kalau Inspektorat sudah periksa, Kepala Inspektorat turun sendiri. Sampai selesai, yang bertanggung jawab penuh dalam pekerjaan ini ini adalah kelompok tani,” tuturnya.

Baca Juga  Panwascam Webar dan Kades Kabali Dana Kompak Himbau Masyarakat Segera Urus EKTP

Adapaun kelima Kelompok Tani yang mendapat bantuan sumur bor namun bermasalah, diantaranya, kelompok tani Wali Ate di Desa Loko Kalada. Kelompok tani Hidup Bersama di Desa Werena.

Baca Juga  Dana BOS 12 Miliar Diduga Lenyap Dipakai Yatutim, Debora Lende Beri Keterangan di Kejati NTT

Selanjutnya, Kelompok tani Ngindi Ate di Desa weelonda. Kemudian, kelompok tani Lara Daha di Desa Moro Manduyo. Kelompok tani Mbinya Mopir di Desa Hameli Ate.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!