6 Wisata yang Wajib Dikunjung Ketika Berlibur di SBD, Nomor 5 Masih Tersembunyi
Titipan alam itu memiliki keunikan yang takalah indahnya dengan destinasi lainnya yang sudah mendunia.
Kere Limbu memiliki batu karang yang menjulang tinggi menjadi dinding sekitar lokasi itu.
Potensi wisata yang masih tersembunyi ini memiliki beragam keunikan yang hendak memanjakan mata ketika berpijak ke sana.
Dengan akses jalan yang bagus, pengunjung hanya menempuh 1 jam perjalanan dari bandara Tambolaka hingga ke lokasi wisata Kere Limbu.
Di tempat itu, wisatawan akan disuguhi hijaunya pohon yang terlihat kontras dengan gelapnya batu karang. Sepanjang perjalanan akan tersaji pepohonan yang rimbun serta suara nyiur burung akan menemani perjalanan yang cukup panjang itu.
6). Bukit Lendongara
Lendingara berada di wilayah Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan jarak tempuh dari bandara Tambolaka kurang lebih 15 KM. Serta hanya perlu waktu kurang dari 30 menit.
Kondisi jalan menuju bukit itu tidak terlalu mulus, karena sebagian aspal berlubang. Namun, rasa lelah akan terbayar saat berada di puncak bukit.
Untunglah tidak ada medan yang terlalu berat, baik tanjakan ataupun kelokan ekstrim untuk menuju bukit Lendongara. Sesampainya di bukit Lendongara, bersiaplah untuk berdecak kagum.
Bukit berselimut rumput menghijau itu bagaikan hamparan permadani. Konon, jika sudah memasuki musim kemarau warna permadani itu akan berubah kecoklatan oleh rumput yang mengering.
Tekstur bukit Lendongara yang bergelombang menambah pesonanya. Bukit dan lembah berselang-seling bagaikan ombak abadi. Amati dengan seksama di daerah lembahnya.
Meskipun cukup jauh, dengan mata telanjang masih bisa dikenali keberadaan sekumpulan kuda yang asyik merumput. Ingin rasanya merebahkan diri di hamparan rumput tersebut. Tekstur bukit Lendongara yang bergelombang menambah pesonanya.
Bukit dan lembah yang berwarna hijau dan kecoklatan membuat kita mengagumi keagungan-Nya.
Rasakan juga hembusan anginnya yang menerpa wajah, mengirimkan kesegaran udara khas daerah pegunungan. Begitu segar. Begitu bebas melihat hamparan padang Sabana yang luas di bawah langit biru.
Dijamin bakal betah untuk berlama-lama menikmati keindahan Bukit Lendongara. Bukit yang berselimutkan hamparan rumput yang menghijau dan kecoklatan bagaikan permadani yang indah. Dipadu dengan semburat jingga di langit, benar-benar mengundang takjub bagi yang melihatnya.
Sebenarnya jam berapa pun anda bisa mengunjungi bukit Lendongara. Tidak perlu membeli tiket atau pembayaran retribusi lainnya, cukup langsung datang saja. Namun ada waktu-waktu tertentu yang dianggap paling bagus jika ingin mengunjungi bukit savana ini.
Bukan hanya untuk bisa mendapatkan pemandangan yang indah tapi juga agar bisa menghasilkan jepretan foto yang sempurna.
Datanglah di waktu menjelang sore hari saat matahari mulai turun menuju arah barat. Anda akan mendapatkan pemandangan yang paripurna. Perpaduan warna langit di saat senja dan sinar matahari yang memantul di punggung bukit. Menghasilkan panorama menarik yang belum tentu bisa anda dapatkan kembali.
Bersiaplah mencari spot yang pas untuk mengambil gambar. Pilih pose yang anda inginkan. Sedang duduk atau berdiri. Menghadap kamera atau ala-ala foto Anda sendiri.
Anda juga bisa kenakan kain tenun khas sumba(siapkan sendiri). Warna yang kontras dengan motif khas Sumba dari kain tenun yang digunakan, membaur amat baik dengan pemandangan.
Tinggalkan Balasan