82 Siswa SBD Diduga Keracunan Menu MBG, Dinkes Janji Hasil Uji LAB Akan Disampaikan Secara Terbuka
TIMEXNTT – Puluhan siswa-siswi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis(MBG) pekan lalu.
Diketahui, berdasarkan data terbaru yang diperoleh timexntt.id, jumlah siswa yang diduga keracunan menu MBG bukan 73 orang, melainkan 82 orang.
Jumlah tersebut menyasar di 3 sekolah yang berada di SMK Negeri 1 Tambolaka, SMK Negeri 2 Tambolaka dan SMK Don Bosco.
Dampaknya, pelayanan MBG diberhentikan sementara. Bahkan, sejumlah sampel makanan dan bahan baku diamankan oleh Polres Sumba Barat Daya, termasuk Dinas Kesehatan.
Terkonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Yulianus Kaleka mengatakan, hingga saat ini, sampel makanan yang diambil oleh pihaknya hasil uji LAB belum keluar.
Ia berjanji, ketika hasil uji LAB keluar, nantinya akan disampaikan secara resmi ke publik.
“Hasil uji lab yang sampelnya diambil oleh Dinas Kesehatan, belum keluar. Nanti kalau sudah keluar, akan disampaikan secara resmi,” kata Yulianus ketika dikonfirmasi, Kamis(31/07/2025) via whatshap.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, Polres Sumba Barat Daya sudah memanggil ahli gizi SPPG Kota Tambolaka, Albertina Susana Momo.
Albertina dipanggil untuk memberikan klarifikasi buntut dari keracunan puluhan siswa-siswi yang diduga karena konsumsi menu MBG yang disediakan oleh Dapur Sehat Omba Lunda. Dapur tersebut bermitra dengan Yayasan Ronita Peduli Sosial.
Polres SBD juga akan memanggil pihak-pihak terkait lain dari Dapur Sehat Omba Lunda, termasuk pihak yayasan. Selain itu, kepala sekolah dan korban yang terkena dampak juga akan dipanggil guna mendapatkan informasi utuh.
Kasat Reskrim Polres SBD, AKP I Ketut Ray Artika mengatakan, kasus tersebut sedang dalam proses pendalaman oleh unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter).
Menurutnya, saat kasus ini mencuat kepermukaan publik, pihaknya langsung gerak cepat dalam mengambil tindakan dalam mengamankan sejumlah sampel makanan.
“Berupa sampel makanan dari dapur SPPG Kota Tambolaka, sampel makanan yang belum dimakan dari SMA Negeri 1 Tambolaka, dan satu sampel sisa makanan yang sempat dikonsumsi oleh siswa,” katanya lagi.
Bukan hanya itu, Polres SBD melalui unit Tipidterjuga menyita bahan baku seperti ikan tuna, kol, wortel, kentang dan jeruk.
Sampel-sampel tersebut, kata dia, langsung dikirimkan ke BPOM di Kupang untuk diteliti lebih jauh. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ada tidak zat kimia atau zat beracun lainnya yang terkandung dalam makanan yang berikan kepada anak-anak.***
Tinggalkan Balasan