Alasan Umbu Nono Memilih Teknik Informatika Dibandingkan Farmasi Hingga Membuka Usaha
“Sebenarnya kalau mau ikut betul secara Jurusan, lulusan Teknik Informatika itu jadi pemrogamer, atau fokus ke pembuatan website. Itu yang benar-benar saya pelajari di kampus. Dalam proses perkuliahan itu lebih banyak belajar teori. Sedangkan prakteknya sedikit saja. Kalau di saya punya Jurusan Teknik Informatika, banyak prateknya tentang pembuatan website dan aplikasi, itu lumayan banyak,” katanya lagi.
Dengan pembelajaran itu, Umbu Nono merasa tidak puas. Ia mencoba membuka wawasan pengetahuannya dibidang lain.
Umbu Nono mulai beranikan diri untuk mencoba belajar lagi dibidang service motherboard. Ia belajar secara otodidak.
Tak menyangka, Umbu Nono ternyata mendapat kesempatan untuk bekerja bersama seorang teknisi service komputer di Semarang. Di sana, ia semakin giat dalam memperdalam pengetahuannya.
“Untuk service ini saya belajar otodidak dan juga berdasarkan pengalaman ketika kerja di Semarang. Kemudian saya mengikuti kursus khusus perbaikan motherboard. Saya belajar skema ini memang lumayan lama karena memahami struktur motherboard ini tidak gampang. Apalagi setiap bulan dan tahun itu selalu ada perubahan,” ucapnya.
Tak sebatas itu, Umbu Nono kian meningkatkan pengetahuan melalui kursus khusus perbaikan motherboard. Ia semakin menukuni bidang ini untuk menjadi bekal ketika pulang kampung.
Apalagi, ia melihat peluang usaha service komputer di Sumba Barat Daya sangat menjajikan.
“Memang waktu di sana, sudah terpikirkan ketika pulang mau menjadi pengusaha dalam bidang ini. Ketika saya kerja di sana dengan orang yang punya besik service, saya langsung berpikir tentang Sumba, pada zaman itu sekitar tahun 2016 dan 2017 masih kekurangan anak Sumba dibidang teknisi,” sebut Umbu Nono.
Dengan berbagai modal pengetahuan ini, kini, Umbu Nono sudah membuka usaha hingga menawarkan jasa pembuatan website, service laptop, komputer dan printer.***
(Bersambung…)
Tinggalkan Balasan