Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Alasan Umbu Nono Memilih Teknik Informatika Dibandingkan Farmasi Hingga Membuka Usaha

Tentunya, pilihan dan keputusan dalam melanjutkan pendidikan adalah hal yang mudah, namun jika salah memutuskan maka akan berdampak pada kekecewaan karena sulit mendapat pekerjaan.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Peluang pekerjaan menjadi salah satu pertimbangan seseorang ketika memilih Jurusan dalam melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dengan penuh kehati-hatian.

Tentunya, pilihan dan keputusan dalam melanjutkan pendidikan adalah hal yang mudah, namun jika salah memutuskan maka akan berdampak pada kekecewaan karena sulit mendapat pekerjaan.

Dampaknya, ijazah sarjana tidak lagi bermanfaat hingga usia semakin menua, sehingga dibutuhkan keterampilan lainnya guna dijadikan bekal ketika ‘pulang kampung’.

Namun demikian, ada cerita menarik yang jauh berbeda yang dikisahkan oleh seorang pemuda dari Desa Ramadana, Kecamatan Loura, Innosensius Umbu Nono.

Innosensius yang akrab disapa Umbu Nono ini sangat berhati-hati dalam memutuskan pilihan dalam melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

Ia dengan percaya diri masih berdiskusi dengan keluarga sebelum mengambil sikap untuk menentukan pilihan.

Awalnya, setelah menamatkan diri dari salah satu SMA di Sumba Timur, Umbu Nono mempunyai keinginan besar untuk melanjutkan penididikan dibidang Farmasi.

Menurutnya, Farmasi merupakan salah satu jurusan yang dapat menjanjikan lapangan pekerjaan seusai menyelesaikan proses perkuliahan.

Pilihannya itu pun dibawa dalam ruang diskusi bersama keluarga. Ia menceritakan alasan memilih Farmasi dibandingkan jurusan yang lain kepada orangtua, termasuk saudaranya.

Umbu Nono tak menyangka, jika pilihannya itu justru tidak mendapat restu. Sebab, tenaga Farmasi di Sumba Barat Daya tidak lagi langka. Dampaknya, ia akan kesulitan mencari lapangan pekerjaan.

“Sebenarnya, saya tidak tertarik dengan dunia komputer, dulu itu permintaan saya ke orangtua mau jadi Apoteker. Hanya kemudiaan saat itu memang, kakak saya yang pertama sarankan bahwa jurusan kesehatan saat ini disini sudah sangat banyak, artinya ketika pulang nanti peluangnya sangat sedikit, makanya dia tawarkan saya untuk ambil jurusan komputer,” kata Umbu Nono ketika ditemui beberapa hari lalu.

Baca Juga  Liburan Akhir Tahun Lebih Menyenangkan Jika Sesuaikan Dengan Karakter Zodiakmu

“Dan kebetulan dia punya teman yang sedang kuliah di Semarang saat itu, katanya ada kampus komputer yang lumayan bagus, jadi saya diminta ambil di sana sudah,” katanya lagi.

Umbu Nono ditawarkan oleh kakak sulungnya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Jawa Tengah. Di sana, ia diminta pula untuk mengambil Jurusan Teknik Informatika.

Teknik Informatik dinilai sebagai salah satu Jurusan yang masih sangat langka pada beberapa tahun lalu di Sumba Barat Daya. Dengan begitu, lapangan pekerjaan diyakini¹ terbuka luas untuk dirinya seusai proses perkuliahan.

Tawaran itu pun, tidak secepatnya diputuskan, Umbu Nono membutuhkan waktu dalam mempertimbangkan saran tersebut.

Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, Umbu Nono memutuskan berangkat ke Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2014 dengan memilih Jurusan Teknik Informatika.

“Saya pertimbangkan juga dengan baik-baik saran dari kakak, jadi saya memilih ambil Jurusan Komputer sudah. Dan 2014 saya berangkat ke Semarang, saya masuk di Kampus Udinus ambil Jurusan Teknik Informatika,” tuturnya.

Pulang Kampung Dan Membuka Usaha Service Komputer

Selama proses perkuliahan, Umbu Nono hanya mendapat teori tentang pembuatan website dan aplikasi.

Menurutnya, Jurusan Teknik Informatika tidak bersentuhan dengan Hardware, melainkan fokus ke Software seperti pembuatan aplikasi android, a-website, aplikasi desktop. Dalam proses itu tidak ada teori yang berkaitan dengan service komputer.

“Sebenarnya kalau mau ikut betul secara Jurusan, lulusan Teknik Informatika itu jadi pemrogamer, atau fokus ke pembuatan website. Itu yang benar-benar saya pelajari di kampus. Dalam proses perkuliahan itu lebih banyak belajar teori. Sedangkan prakteknya sedikit saja. Kalau di saya punya Jurusan Teknik Informatika, banyak prateknya tentang pembuatan website dan aplikasi, itu lumayan banyak,” katanya lagi.

Baca Juga  Roy Rizaldy Dilantik Sebagai Ketua BPC HIPMI Sumba Barat Daya

Dengan pembelajaran itu, Umbu Nono merasa tidak puas. Ia mencoba membuka wawasan pengetahuannya dibidang lain.

Umbu Nono mulai beranikan diri untuk mencoba belajar lagi dibidang service motherboard. Ia belajar secara otodidak.

Tak menyangka, Umbu Nono ternyata mendapat kesempatan untuk bekerja bersama seorang teknisi service komputer di Semarang. Di sana, ia semakin giat dalam memperdalam pengetahuannya.

“Untuk service ini saya belajar otodidak dan juga berdasarkan pengalaman ketika kerja di Semarang. Kemudian saya mengikuti kursus khusus perbaikan motherboard. Saya belajar skema ini memang lumayan lama karena memahami struktur motherboard ini tidak gampang. Apalagi setiap bulan dan tahun itu selalu ada perubahan,” ucapnya.

Tak sebatas itu, Umbu Nono kian meningkatkan pengetahuan melalui kursus khusus perbaikan motherboard. Ia semakin menukuni bidang ini untuk menjadi bekal ketika pulang kampung.

Apalagi, ia melihat peluang usaha service komputer di Sumba Barat Daya sangat menjajikan.

“Memang waktu di sana, sudah terpikirkan ketika pulang mau menjadi pengusaha dalam bidang ini. Ketika saya kerja di sana dengan orang yang punya besik service, saya langsung berpikir tentang Sumba, pada zaman itu sekitar tahun 2016 dan 2017 masih kekurangan anak Sumba dibidang teknisi,” sebut Umbu Nono.

Dengan berbagai modal pengetahuan ini, kini, Umbu Nono sudah membuka usaha hingga menawarkan jasa pembuatan website, service laptop, komputer dan printer.***

(Bersambung…)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!