Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Anak Tukang Sensor Kayu Dari Wewewa Barat SBD Lulus TNI Angkatan Laut; Menepis stigma pungli

Bagaimana tidak, Zakarias mengakui bahwa proses anaknya dalam mengikuti seleksi sebagai TNI tidak menggunakan "orang dalam" atau uang untuk melancarkan proses seleksi.(Dokpri Rian Marviriks)

Zakarias mengakui bahwa selama menerima jasa sensor kayu tidak pernah melayani tawaran untuk memotong kayu kawasan atau jenis kayu yang berada di lokasi hutan lindung.

Baginya, bekerja sebagai tukang sensor kayu tidak pernah mencari keuntungan dari tempat yang akan berhubungan dengan hukum.

Hasil dari pekerjaan itulah yang ditabungnya untuk menyekolahkan keempat orang anaknya. Termasuk persiapan mewujudkan cita-cita putra keduanya untuk menjadi seorang prajurit TNI.

Baca Juga  Bupati SBD Minta Audit Dana Desa, Kades; Itu hal baik

Ayah dari keempat orang anak itu meyakini bahwa dengan melibatkan pergumulan doa, segala bentuk usaha yang dilakukannya akan menuai hasil yang baik.

Benar saja, walau hanya sebagai tukang sensor, Zakarias sudah mewujudkan harapan dari salah satu anaknnya yang baru-baru ini telah dilantik sebagai prajurit TNI Angkatan Laut.

Baca Juga  Daftar Lengkap Penerima Bansos dan PKH Desa Weekombak dan Desa Wee Kura

“Saya selalu berdoa untuk meminta Tuhan supaya segala usaha yang saya lakukan dapat berhasil. Saya hanya modalkan mesin sensor untuk mencari uang. Dan kalau tidak halal saya tidak akan layani. Maksud saya kalau ada yang minta sensor kayu kawasan saya tidak layani,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!