Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Aneh, Kades Walla Ndimu Akui Perbuatannya, Tapi LPJ Tahun 2022 dan 2023 Lolos Dari Pemeriksaan, Ada Apa?

Dengan demikian, muncul-lah spekulasi miring bahwa penggunaan dana desa yang terus mengalir setiap tahun digunakan oleh mereka yang berada di dalam lingkaran 'setan'. (Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Terbongkar, sejumlah item kegiatan Pemerintah Desa Walla Ndimu, Kecamatan Kodi Bangedo pada tahun 2022 dan 2023 disebut tidak dilaksanakan.

Anehnya, laporan pertanggunjawaban terhadap anggaran tahun tersebut malah lolos dari pemeriksaan.

Proses pencairan pada tahun 2024 lalu pun mulus-mulus saja tanpa ada hambatan. Padahal, banyak pekerjaan yang tidak terealisasi.

Apakah ini bisa dikatakan gali lubang, tutup lubang? Apakah Anggaran yang cair pada tahun berjalan akan digunakan untuk menutup ‘hutang’ pada tahun sebelumnya?

Baca Juga  Rincian Dana Desa Kabupaten Sumba Barat 2025, Desa Dede Kadu Rp1,2 Miliar

Selama ini, selalu didalilkan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan apabila ada pengaduan masyarakat. Padahal, ada pihak yang lebih berkompeten dalam mengawasi serta mengaudit seluruh pekerjaan desa pasca tahun anggaran berakhir.

Seharusnya, pihak-pihak yang memiliki tugas dan fungsi dalam memastikan penggunaan dana desa supaya tepat sasaran dapat melakukan pencegahan sebelum proses pencairan tahun berikutnya dilakukan tanpa menunggu pengaduan masyarakat.

Baca Juga  Sejumlah Alasan Kadis Pertanian SBD Dalam Mempersulit Petani Hingga Bendahara Diperiksa PolisiĀ 

Selain itu, pencegahan dalam menyalahgunakan dana desa juga akan lebih efektif jika pihak-pihak yang berwewenang itu melakukan audit secara terbuka untuk masyarakat umum mulai dari tahap I, II dan III.

Sayangnya, fakta selama ini, banyak keluhan masyarakat yang dikabarkan bahwa audit dana desa atau pemeriksaan dokumen APBDes dilakukan secara tertutup tanpa menyandingkan situasi lapangan atau pekerjaan-pekerjaan sebagaimana yang tertulis di dalam APBDes tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!