Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Anggota DPRD SBD Dapil III Minta Pemerintah Prioritaskan Jalan Jati Lima – Tenateke di Tahun 2026

Jalan itu disebutnya sebagai jalan penghubung Kecamatan Wewewa Barat dan Wewewa Selatan.

TIMEXNTT – Anggota Komisi II, DPRD Sumba Barat Daya, Stefanus Sosa meminta pemerintah untuk prioritaskan pembangunan infrastruktur jalan penghubung Jati Lima – Tenateke.

Jalan itu disebutnya sebagai jalan penghubung Kecamatan Wewewa Barat dan Wewewa Selatan.

Hal itu disampaikan Stefanus dalam rapat komisi bersama pemerintah, Selasa(25/11/2025).

Stefanus mengatakan, akses jalan tersebut sangat membantu masyarakat dalam melakukan segala bentuk aktivitas. Apalagi, kata dia, terdapat beberapa fasilitas umum, seperti kantor kecamatan, polsek, sekolah, gereja dan fasilitas umum lainnya.

Ia menuturkan, pada tahun 2024, jalan Jati Lima – Tenateke ini pernah diusulkan dan telah terjadi pengukuran kala itu.

Baca Juga  Dua Periode, Rudolf Radu Holo Kembali Dilantik Sebagai Ketua DPRD SBD

Namun demikian, diakuinya, karena efisiensi anggaran, jalan tersebut batal dikerjakan di tahun 2015 ini.

“Mohon maaf, kalau bisa diupayakan tahun 2026 ini, biar 10 meter lapen atau semen pun juga tidak masalah yang penting bisa diterima baik oleh masyarakat Desa Wali Ate dan Desa Burudeilo. Dan disitu ada Polsek Wewewa Selatan, Puskesmas dan gereja,” kata Stefanus.

Selain jalan Jati Lima – Tenateke, anggota DPRD SBD Fraksi Perindo itu juga mengungkapkan kerinduan masyarakat di Dapil III tentang perbaikan jalan di Bina Watu – Wee Kii.

Baca Juga  Respon Inspektorat Soal Rencana Dinas PMD SBD Tentang Pembagian Honor Pemerintah Desa Setiap Bulan

Menurutnya, akses jalan itu belum pernah mendapat sentuhan dari pemerintah. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan penghubung antar desa. Bahkan, disebutnya sebagai jalan utama masyarakat ketika mengangkut hasil bumi.

“Jalan Bina Watu – Wee Kii, itu juga menghubungkan Desa Kalembuweri, Wali Ate, Weekombak, Weekura dan Kori, juga tolong diperhatikan,” pintahnya dengan tegas.

Dikesempatan itu, Stefanus juga menyentil Dinas Pertanian dalam menggunakan alokasi anggaran untuk pembuatan sumur bor di kelompok tani.

Ia meminta supaya anggaran sumur bor yang dikembalikan ke khas daerah dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan usaha tani. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!