Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Anggota Kelompok Tani Persada Ucapkan Terima Kasih atas Bantuan Handtraktor Pemerintah SBD untuk Lahan Hortikultura

Rian Marviriks Storintt.id
Bantuan ini dinilainya sangat membantu para petani dalam mempercepat proses pengolahan tanah dan pembukaan lahan baru untuk komoditas hortikultura.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Sumba Barat Daya berkomitmen untuk terus memantau pemanfaatan bantuan tersebut agar digunakan secara optimal dan dirawat dengan baik demi mendukung ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi petani.

Sementara itu, salah satu anggota Kelompok Tani Persada, Desa Kabali Dana, Wewewa Barat, Oktavianus Kadi Pada menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Pertanian atas penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa handtraktor.

Bantuan ini dinilainya sangat membantu para petani dalam mempercepat proses pengolahan tanah dan pembukaan lahan baru untuk komoditas hortikultura.

Menurut Oktavianus, pengerjaan lahan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari secara manual kini dapat diselesaikan jauh lebih cepat. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberi bantuan handtraktor.

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah atas perhatian dan bantuan handtraktor ini. Dengan adanya alsintan ini, pengolahan lahan hortikultura kami menjadi jauh lebih ringan, dan hemat biaya operasional,” ucap Oktavianus, Kamis(17/09/2026).

Kehadiran handtraktor disebutnya dapat memacu produktivitas budidaya hortikultura, seperti buncis, tomat, cabai dan tanaman lain, sekaligus meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga.

Sebelumnya, Oktavianus merupakan seorang kuli bangunan yang cukup lama merantau. Namun, setelah kembali ke kampung halaman, Oktavianus berkomitmen memperluas lahan tanaman hortinya. Apalagi, kata dia, Kelompok Tani Persada sudah mendapat bantuan handtraktor.

“Saat ini saya sedang memperluas lahan lagi untuk tanam sayur, tomat dan cabai. Kalau buncis sedang dalam proses pertumbuhan. Kendala saya itu air, karena saya harus membeli air tangki dengan harga Rp150 ribu,” kata Oktavianus.***

 

Tutup
error: Content is protected !!