Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Supply Buncis di Dapur SPPG Mandiri Langgalero, Maria Bilang Sangat Membantu Petani

Rian Marviriks Storintt.id
Selama ini, tantanngan terbesar mereka adalah soal harga pasar yang tak menentu, termasuk ketidakpastian rantai distribusi.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Kehadiran program Makan Bergisi Gratis(MBG) ternyata membawa dampak untuk para petani di pelosok desa, khususnya petani horti.

Selama ini, tantanngan terbesar mereka adalah soal harga pasar yang tak menentu, termasuk ketidakpastian rantai distribusi.

Dengan sinergi yang terus terjalin antara pengelola Dapur MBG dan petani horti di Sumba Barat Daya, khsusnya di Kelompok Persada, tentunya menjadi penopang kesejahteraan petani sekaligus pilar pembentukan generasi masa depan yang sehat dan cerdas.

Demikian yang dialami oleh seorang anggota Kelompok Persada, Desa Kabali Dana, Wewewa Barat, Maria Koni Milla. Menurutnya, kehadiran dapur MBG di Sumba Barat Daya menjadi salah satu jawaban atas kegelisahan dirinya selama ini yang tidak mendapatkan kepastian pasar.

Sebelum program MBG diluncurkan, Maria sudah terlebih dahulu menanam buncis. Hasil panen ia jual di pasar tradisional dengan harga yang tidak pasti. Bahkan, karena tidak habis terjual, ia tidak segan-segan menempuh sistem barter dengan pedagang lain.

Tutup
error: Content is protected !!