Armin Ate, Perempuan Hebat yang Tak Berkaki dan Telapak Tangan Merindukan Perhatian Pemerintah
“Ia, saya masih menganyam sampai sekarang. Sudah banyak terjual juga. Keuntungannya yang saya pakai untuk terua berkarya,” kata Armin Ate.
“Misalnya, saya buat tas begitukan, terus saya jual, keuntungan itu yang gunakan untuk membeli bahan untuk memperbanyak lagi,” tambahnya.
Sayangnya, Armin Ate malah tidak pernah mendapat kesempatan untuk terlibat dalam berbagai musawarah desa guna menyuarakan aspirasinya. Padahal, ia merindukan kesempatan itu walau memiliki keadaan fisik yang terbatas.
Armin Ate mengaku mempunyai kemampuan seperti manusia lainnya. Hanya karena kekurangan modal, penyandang disabilitas dinilai seolah-olah tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kegiatan seperti musdus dan musdes tidak pernah dilibatkan. Disabilitas juga kan punya kemampuan dan ketrampilan. Hanya karena keterbatasan modal jadi seolah-olah tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal kami juga bisa seperti orang lain,” ucap Armin Ate penuh haru.
Tinggalkan Balasan