Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Armin Ate, Perempuan Hebat yang Tak Berkaki dan Telapak Tangan Merindukan Perhatian Pemerintah

Armin Ate adalah seorang penyandang disabilitas dari Desa Werame, Kecamatan Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Armin Ate, perempuan hebat yang tidak berkaki dan telapak tangan merindukan perhatian pemerintah.

Armin Ate adalah seorang penyandang disabilitas dari Desa Werame, Kecamatan Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya.

Belum banyak yang tahu, kalau dirinya memiliki kemampu yang luar biasa meski dengan keterbatasan fisik. Hal itu, tidak mematahkan semangatnya dalam meraih mimpi.

Armin Ate memiliki hasil kerajinan tangan yang unik walau tak bertelapak tangan. Siapa menyangka, ketrampilan itu membuat dirinya dikenal hingga ke luar negeri.

Saat ini, ia sedang menekuni pekerjaannya dengan menganyam berbagai jenis aksesoris berbahan plastik. Hasil dari kerajinan tangan itulah yang digunakannya untuk terus berjuang dalam mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

“Ia, saya masih menganyam sampai sekarang. Sudah banyak terjual juga. Keuntungannya yang saya pakai untuk terua berkarya,” kata Armin Ate.

Baca Juga  Ibu dan Anak yang Diterkam Buaya di SBD Ditemukan di Hari Yang Berbeda dan Tak Bernyawa

“Misalnya, saya buat tas begitukan, terus saya jual, keuntungan itu yang gunakan untuk membeli bahan untuk memperbanyak lagi,” tambahnya.

Sayangnya, Armin Ate malah tidak pernah mendapat kesempatan untuk terlibat dalam berbagai musawarah desa guna menyuarakan aspirasinya. Padahal, ia merindukan kesempatan itu walau memiliki keadaan fisik yang terbatas.

Armin Ate mengaku mempunyai kemampuan seperti manusia lainnya. Hanya karena kekurangan modal, penyandang disabilitas dinilai seolah-olah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kegiatan seperti musdus dan musdes tidak pernah dilibatkan. Disabilitas juga kan punya kemampuan dan ketrampilan. Hanya karena keterbatasan modal jadi seolah-olah tidak bisa melakukan apa-apa. Padahal kami juga bisa seperti orang lain,” ucap Armin Ate penuh haru.

Baca Juga  Respon Cepat! DPRD Sumba Barat Daya Sudah Disposisi Pengaduan Masyarakat Desa Kahale

Selain memiliki kerajinan tangan, Armin Ate juga mempunyai kemampuan berbahasa inggris. Bahkan, ia telah membangun ruang belajar.

Ia mengakui dirinya telah mendapat bantuan dari desa berupa gedek dan meteran listrik untuk kebutuhan ruang belajar tersebut.

Armin Ate memiliki cita-cita untuk membangun usahanya ke depan lebih baik lagi dengan mengharapkan perhatian dari pemerintah.

“Harapan saya itu mewakili teman-teman disabilitas, pemerintah desa dapat memperhatikan pemberdayaan terhadap disabilitas melalui kegiatan-kegiatan desa. Dan juga bisa dilihat ketrampilan yang dimiliki oleh disabilitas. Kadang pemerintah desa memberikan bantuan yang disabilitas tidak butuhkan,” harapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!