Belasan Tahun Menunggu, Di Masa Kepemimpinan Ratu Angga, Petrus Akhirnya Menerima Bantuan Perbengkelan: Demi Biaya Anak Kuliah
Meski hanya mendapat bantuan kompresor angin, Petrus merasa sudah sangat membantu dirinya dalam mengembangkan usaha bengkelnya.
Selama ini, Petrus hanya menggunanakan alat perbengkelan yang apa adanya, termasuk kompresor yang sudah tidak layak pakai.
Pendapatan dari usaha tambal ban itu dimanfaatkannya untuk membiayai anak-anak yang saat ini sedang dibangku perkuliahan dan SMP, termasuk biaya hidup sehari-hari.
Dengan keterbatasan alat bengkel itu, setiap hari hanya mendapat pemasukan Rp50 ribu. Sehingga dengan adanya bantuan itu, ia meyakini akan meningkatkan pendapatannya.
“Saya sendiri yang kerja. Setiap hari itu kadang hanya Rp50 ribu karena kompresor saya sudah rusak. Kadang-kadang bisa, kadang-kadang tidak, jadi kalau ada yang tambal, biasanya tidak bisa saya layani. Tapi dengan kompresor besar ini saya sangat berterima kasih karena akan mendukung usaha saya,” katanya lagi.***