Belum Ada KDMP di Sumba Barat Daya yang Beroperasi: Pembangunan di Salah Satu Desa di Dihentikan Karena di Hutan
STORINTT – Presiden Prabowo Subianto melaunching 1.061 Koperasi Desa Merah Putih(KDMP), termasuk salah satu KDMP di Sumba Barat Daya pada bulan Mei lalu. Sayangnya, KDMP yang disebut telah dilaunching justru belum beroperasi.
Diketahui, pada Bulan Mei lalu, di Kabupaten Sumba Barat Daya, KDMP Desa Watukawula menjadi salah satu koperasi yang turut dilaunching secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual. Meski begitu, belum ada sarana apa pun saat dilounching.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Yengo Tada Kawi mengatakan, khusus di Sumba Barat Daya, ada 20 desa yang belum sama sekali melakukan pembangunan gedung KDMP. Hal itu dikarenakan desa-desa tersebut tidak mempunyai lahan.
Sementara itu, desa-desa lain masih tahap proses pembangunan. Namun, sejauh ini, baru KDMP di Desa Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka yang sudah siap beroperasi, saat ini dalam tahap persiapan sarana.
“Kalau KDMP di Watukawula tinggal menunggu sarana saja. Kalau desa yang lain dalam tahap pembangunan, ada juga yang gedungnya sudah rata tembok,” kata Yengo, Sabtu(06/06/2026).
Menurutnya, dalam proses pembangunan, terdapat beberapa desa juga yang bermasalah. Misalnya, di Desa Weekokor, kepala desa tidak mau menandatangani hibah karena lokasi tersebut dinilai berada di wilayah desa persiapan.
Selain itu, di Mata Wee Karoro, Satuan Tugas(SATGAS) Kabupaten Sumba Barat Daya telah memgeluarkan surat pemberhentian sementara pembangunan gedung KDMP karena berada di tengah hutan. Disekitar lokasi pembangunan gedung KDMP itu juga disebutnya jauh dari penduduk.
“Kalau di Mata Wee Karori dihentikan sementara karena dibangun di lokasi yang jauh dari penduduk. Itu berada di hutan yang berjurang,” katanya lagi.***