Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

BEM Unika Weetebula Sentil Pengusaha yang Tambang Pasir Menggunakan Alat Berat: Masyarakat Dicekik

Ketua BEM Unika Weetebula, Yasinta Boka menyoroti pengusaha-pengusaha yang selama ini menambang pasir dengan menggunakan alat berat.(Dokpri Rian Marviriks)

“Terkait dengan penambangan pasir, tidak ada keadilan sosial, masyarakat kecil yang dikorbankan, bagaimana dengan pengusaha-pengusaha yang merusak lingkungan secara besar-besaran menggunakan alat berat?,” tegas Yasinta yang juga aktivis GMNI Sumba Barat Daya.

Lebih lanjut, Yasinta menyebut pembiaraan penambangan pasir laut yang dilakukan oleh pengusah selama ini karena tidak ada perda yang mengatur khusus tentang penambangan pasir.

Baca Juga  KLARIFIKASI! Pembuat Posko Ratu Angga di Desa Webaghe Sebut Oknum Anggota DPRD SBD Pembuat Gaduh; Jangan jajah kami

Untuk itu, ia meminta supaya DPRD SBD segera terbitkan perda tambang pasir guna memenuhi kebutuhan masyarakat Sumba Barat Daya yang saat ini sedang membangun.

“Pasir ini sebenarnya mudah diakses oleh masyarakat, tetapi kenyataannya masyarakat dicekik oleh harga pasir yang melonjak. Dan ini karena tidak ada Perda yang mengatur secara jelas, apakah sudah ada Perda yang mengatur secara jelas? Kalau sudah ada, tolong coba tunjukan. Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW) yang mengatur tentang tempat penambangan pasir,” ucapnya.

Baca Juga  Soal Yatutim, PLT Kadis Pendidikan SBD Dicecer Puluhan Pertanyaan Selama 6 Jam di Kejari Sumba Barat

“Pada kesempatan ini, kami bukan hanya menunggu janji-janji palsu, tetapi kami butuh bukti yang nyata. Jika poin kami hari ini tidak didengar, maka pada kesempatan berikut, kami akan turun bersama masyarakat Sumba Barat Daya,” ucapnya lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!