Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Bendahara dan Sekdes Panenggo Ede ‘Serang’ Kepala Desa Dihadapan Inspektorat dan DPRD

Keduanya melakukan perlawanan atas kerja-kerja Kepala Desa, Marten Mete yang diduga telah memanfaatkan dana desa tidak sesuai harapan masyarakat.(Dokpri Rian Marviriks)

“Pokoknya segala bentuk yang berkaitan dengan administrasi desa saya tidak pernah menyaksikan. Bahkan tidak dilibatkan oleh pimpinan desa. Tidak pernah sama sekali,” ngaku Pelipus ketika ditemui, Rabu(12/03/2025).

Namun, Pelipus masih memiliki inisiatif untuk mengikuti kegiatan-kegiatan desa bilamana dirinya mendengar informasi dari warga. Hal itu dilakukannya kendati ia menyadari bahwa digaji oleh negara.

Sayangnya, tugas-tugas pokok Pelipus yang berkaitan dengan administrasi penggunan dana desa tidak pernah diibatka. Ia hanya dilibatkan dan diminta tanda tangan jika ada pembuatan laporan pertanggungjawaban tentang penerima BLT dan Bansos.

Baca Juga  Daftar Penerima Bansos Desa Kalembuweri dan Desa Sangu Ate

Kendati merasa tidak difungsikan yang walaupun punya niat untuk bekerja membangun Desa Panenggo Ede, Pelipus menegaskan, dirinya siap membongkar segala bentuk ketimpangan yang dilakukan oleh kepala desa.

Pelipus mengibaratkan tindakan kepala desa seperti ubi yang sudah dicabut, kemudian isinya diambil dan cabangnya dibuang.

Baca Juga  Masyarakat Resmi Lapor Kepala Desa Panenggo Ede di Bupati SBD, Polres Hingga di Kejaksaan Sumba Barat

“Kalau menyangkut pembelanjaan anggaran desa itu tidak pernah. Ya, tidak tahu kepala desa. Tidak tahu sama sekali saya. Hanya begini saja. Kaya ubi yang dicabut di kebun, ambil isinya baru buang cabangnya, seperti itulah. Ya, kalau ada BLT, Bansos begitu baru saya tanda tangan ketika dibuatkan LPJ. Saya bongkar nanti. Saya siapa, mau ngapain, di masyarakat saya siap terjun,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!