Bukan Pungli, Uang yang Disetor Soal Kabel Listrik di Desa Wali Ate Hasil Kesepakatan Swadaya Antar Warga
Menurutnya, saat ini keluarganya sudah menikmati penerangan pada malam hari. Tidak ada masalah dalam penyaluran jaringan listrik tersebut.
Bahkan, ada salah satu kepala keluarga lainnya yang nebeng arus listrik dari meteran miliknya. Sehingga ditegaskannya lagi, tidak masalah yang terjadi, apalagi melibatkan pemerintah desa.
“Saya kasih uang Rp500 ribu karena karena ada kesepakatan bukan karena ada pemaksaan dari desa, ini murni kesepakatan kami tanpa pengetahuan pemerintah desa. Kami tidak ada masalah dengan pemerintah desa. Saya kaget kalau bilang ada masalah lagi,” kata Seprianus.
Ditanya soal video viral yang beredar, Seprianus mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, ia tidak bisa menggunakan hanphone android lantaran sudah lansia.
Ia merasa terkejut ketika mendengar informasi bahwa ada video yang viral pada saat penyerahan uang tunai kepada Martinus Ngongo Malo yang juga sebagai kepala dusun.
Padahal, kata dia, penyerahan uang itu dilakukan karena ada kesepakatan dan etikat baik bersama guna mendapatkan pelayanan penerangan.
Tinggalkan Balasan