Bukan Pungli, Uang yang Disetor Soal Kabel Listrik di Desa Wali Ate Hasil Kesepakatan Swadaya Antar Warga
Bahkan, ada salah satu kepala keluarga lainnya yang nebeng arus listrik dari meteran miliknya. Sehingga ditegaskannya lagi, tidak masalah yang terjadi, apalagi melibatkan pemerintah desa.
“Saya kasih uang Rp500 ribu karena karena ada kesepakatan bukan karena ada pemaksaan dari desa, ini murni kesepakatan kami tanpa pengetahuan pemerintah desa. Kami tidak ada masalah dengan pemerintah desa. Saya kaget kalau bilang ada masalah lagi,” kata Seprianus.
Ditanya soal video viral yang beredar, Seprianus mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, ia tidak bisa menggunakan hanphone android lantaran sudah lansia.
Ia merasa terkejut ketika mendengar informasi bahwa ada video yang viral pada saat penyerahan uang tunai kepada Martinus Ngongo Malo yang juga sebagai kepala dusun.
Padahal, kata dia, penyerahan uang itu dilakukan karena ada kesepakatan dan etikat baik bersama guna mendapatkan pelayanan penerangan.
Seprianus juga heran ketika Martinus Ngongo Malo mengembalikan uang sebanyak Rp500 ribu. Ia heran karena jumlah uang yang diserahkan benar-benar tulus tanpa ada unsur pemaksaan dari pihak manapun.
Ia juga tidak menduga kalau penyerahan uang tersebut akan menjadi masalah yang sebenarnya tidak ada persoalan apapun.
“Dia sudah kasih pulang. Saat dia kasih pulang saya masih tanya, kenapa kasih pulang? saya bilang saya kasih itu uang karena ada kesepakatan saat itu. Tidak ada masalah,” katanya lagi.
Tinggalkan Balasan