Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Bupati Ratu Wulla Beri Catatan Kritis Kepada Camat Wewewa Selatan dan Kepala Desa: Koordinasi Itu Penting

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla dengan tegas memberi catatan kritis kepada Camat Wewewa Selatan dan seluruh kepala desa di wilayah itu.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla dengan tegas memberi catatan kritis kepada Camat Wewewa Selatan dan seluruh kepala desa di wilayah itu.

Bupati Ratu Wulla memberi catatan itu sebelum membuka kegiatan festival budaya di Kampung Situs Manola, Desa Tenateke, Kecamatan Wewewa Selatan, Selasa(25/11/2025).

Bupati Ratu Wulla meminta camat dan kepala desa supaya ke depan lebih baik lagi dalam membangun koordinasi dan mengetahui segala bentuk program atau bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan di wilayah kecamatan atau di desa-desa, serta memberikan laporan-laporan di pemerintah daerah.

Bupati Ratu Wulla menegaskan itu karena ia menilai kegiatan festival budaya yang digelar di Kampung Situs Manola tidak sesuai eskpektasi.

Baca Juga  Pemerintah Sumba Barat Daya Mendapat Penghargaan UHC Award 2026 Dengan Kategori Terbaik Utama

“Pak camat harus tahu, kepala desa harus tahu bantuan apa saja dari pemerintah pusat, kemudian laporkan di pemerintah kabupaten supaya kita sama-sama mengetahui dan memanfaatkan baik-baik bantuan itu untuk pembangunan. Jangan sampai Pak camat dan kepala desa tidak tahu juga,” tegas Bupati Ratu Wulla.

Meski begitu, Bupati Ratu Wulla merasa bangga karena 18 rumah adat yang pernah dilanda musibah besar sudah direnovasi atau mendapat perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan RI. Bahkan ia menyebut sebagai momentum yang bersejarah.

Menurut Bupati Ratu Wulla, atas dukungan direktorat sarana dan prasarana kebudayaan, lima rumah adat telah berhasil dibangun kembali sebagai langkah awal pemulihan serta penguatan sistem sosial dan budaya masyarakat manola.

Baca Juga  Aniaya Warga, Kades Weekombak Diperiksa Oleh Polres Sumba Barat Daya

Rumah adat ini disebutnya bukan sekadar bangunan, melainkan juga sebagai ruang hidup, ruang spiritual, ruang pengetahuan, dan ruang ekologis yang menjaga kesinambungan tradisi antar generasi. karenanya, pembangunan kembali rumah adat manola adalah tonggak penting untuk memulihkan dan menguatkan identitas orang Sumba.

“Hari ini kita berada di sebuah momentum bersejarah. kampung manola, yang pernah dilanda musibah besar ketika kebakaran melanda dan menghanguskan 18 rumah adat, kini bangkit kembali dengan semangat gotong royong, identitas, dan kearifan lokal,” kata Bupati Ratu Wulla.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!