Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Bupati Ratu Wulla: Pesta Adat Merupakan Bagian Penting Dari Identitas dan Kebanggaan Masyarakat Sumba

Nantinya, ketika Ranperda ini ditetapkan sebagai Perda, diharapkan dapat menjadi pedoman yang arif dan konstektual, yang memperhatikan kearifan lokal, menghormati peran para tokoh adat, dan menegaskan prinsip keadilan sosial.(Dokpri Rian Marviriks)

Pesta adat juga dinilainya sebagai simbol dari kehidupan budaya kaya dan menjadi sarana pelestarian kearifan lokal yang diwariskan leluhur.

Misalnya, pindah/gali tulang, kubur orang mati, mendiami rumah baru, memberi makan terhadap para leluhur yang dikemas dalam satu sebutan pesta woleka dan sebagainya.

“Yang semuanya ini justru dianggap menjadi faktor penyebab utama lambannya tingkat peryumbuhan atau perbaikan ekonomi keluarga,” tambah Bupati Ratu Wulla.

Baca Juga  Begini Respon Wakil Bupati SBD Ketika DPP PDI Perjuangan Memberi Bantuan Sepeda Motor Perpustakaan Keliling

Namun demikian, dalam perjalanan waktu dan perubahan sosial ekonomi masyarakat, makna pesta adat mulai bergeser. Tidak jarang, pelaksanaannya justru menimbulkan beban ekonomi dan sosial bagi keluarga yang melaksanakan.

“Ada yang terpaksa berutang, menjual ternak, bahkan kehilangan aset penting hanya demi memenuhi tuntutan adat yang semakin besar dan kompetitif,” katanya lagi.

Baca Juga  Luar Biasa, Pemerintah SBD Alokasikan Rp4,2 Miliar Untuk Beasiswa: Ada 23 Mahasiswa Kedokteran

Kondisi ini tentu memprihatinkan, karena dibalik semangat pelestarian adat, tersimpan persoalan kesejahteraan yang harus disikapi dengan bijaksana.

Oleh karenanya, Bupati Ratu Wulla menyebut inisiatif DPRD untuk menggagas rancangan peraturan daerah tentang pembatasan atau penataan pesta adat patut diapresiasi dan didukung oleh semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!