Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Bupati SBD Pastikan Disabilitas Mendapat Perhatian Khusus; Desa harus libatkan mereka

Ratu melihat kaum difabel sebagai bagian yang terpenting untuk diberikan ruang seluas-luasnya.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla memastikan disabilitas yang memiliki potensi akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Kalau mereka punya keterampilan, oke kita akan support. Apalagi Presiden Prabowo juga sekarang mendorong hilirilisasi,” kata Ratu dalam menanggapi keluhan penyandang disabilitas.

Ratu melihat kaum difabel sebagai bagian yang terpenting untuk diberikan ruang seluas-luasnya.

Menurutnya, keterbatasan fisik yang mereka miliki tidak menutup peluang dalam berkarya.

“Saya melihat mereka menjadi bagian yang penting juga untuk diberikan ruang seluas-luasnya. Walaupun mereka punya keterbatasan secara fisik, tapi kalau mereka punya skill, punya kemampuan, ya udah di mana kelebihan mereka yang kita bina,” ucap Ratu.

Baca Juga  Sekdis Pendidikan SBD Sebut Sekretariat Tak Punya Kewenangan Mengurus Tunjangan Guru

Untuk itu, Ratu meminta seluruh pemerintah supaya melibatkan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan desa. Misalnya, kata dia, musdus dan musdes bahkan hingga pada musrembancam maupun musrembangkab.

Mereka perlu dilibatkan, kata Ratu, supaya penyandang disabilitas dapat menyampaikan segala jenis kebutuhan mereka sesuai potensi yang dimiliki.

Disisi laini, Ratu mengatakan, pemerintah kabupaten memiliki program khsus terhadap pengembangan UMKM.

“Bagaimana UMKM bertumbuh, produk-produk berkualitas dari setiap desa bertumbuh. Saya punya program One Village One Product, satu kampung, satu produk unggulan. Ini kita akan dorong sehingga masyarakat itu bisa bertumbuh dan ekonomi juga bisa bertumbuh,” tambah Ratu.

Baca Juga  DPRD SBD Mendukung Program Bupati dan Wakil Bupati Periode 2025-2030; one for all all for one

Lebih lanjut, Ratu menuturkan, pemerintah akan siapkan bantuan alat, modal usaha. Bukan hanya itu, pemerintah juga akan upayakan dalam melakukan pendampingan secara intens.

Dengan demikian, Ratu meyakini, pelaku UMK atau penyadang disabilitas yang punya potensi dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan mempunyai nilai jual.

“Nah ini yang kita akan dorong semua, saya mau dorong semua desa, pokoknya ada potensi yang mereka menyampaikan kepada kami. Proposal, kepada pemerintah, udah kita ada eksekusi. Itu pasti ada perhatian buat mereka,” sebutnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!