Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Bupati SBD: semua kebutuhan MBG harus beli di kelompok tani, tidak boleh dari luar

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus berupaya dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dalam menjemput program-program Pemerintah Pusat.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus berupaya dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dalam menjemput program-program Pemerintah Pusat.

Salah satunya melalui program Presiden Prabowo Subianto tentang Makan Bergisi Gratis(MBG).

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla menegaskan, tujuan program Pemerintah Pusat ini untuk memastikan gisi pada anak terpenuhi.

Bukan hanya itu, disebutnya pula juga bertujuan untuk meningkatnya pendapat ekonomi masyarakat.

Menurutnya, perputaran ekonomi di masyarakat lokal dapat terjadi apabila seluruh kebutuhan dapur MBG diadakan dengan memanfaatkan tanaman-tanaman horti di kelompok tani.

Baca Juga  Jumlah Siswa SDK Ilhaloko Dari Tahun 2023 Hingga 2025: Dari 278 Menjadi 112 Siswa

“Pak Dandim, kelompok-kelompok masyarakat kita sudah siapkan, untuk bisa menyediakan pasokan ayam, telur dan sayur-sayuran dalam memenuhi kebutuhan MBG,” kata Bupati Ratu.

Menurutnya, Pemerintah Sumba Barat Daya mendukung program MBG tersebut dengan mengalokasikan anggaran dari APBD 2.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat Daya untuk terus menanam sayur-sayuran demi memenuhi kebutuhan MBG.

Dirinya berkeingan supaya seluruh kebutuhan MBG merupakan hasil tanam masyarakat lokal melalui kelompok-kelompok yang ada.

Baca Juga  Kapasitas Produksi Tak Seimbang, PDAM Tirta Ende Hadapi Tantangan Pelayanan Air Bersih

Ia tak segan-segan akan merekomendasikan ke Badan Gisi Nasional untuk menghentikan program MBG di Sumba Barat Daya jika ditemukan dapur yang mengambil pasokan barang dari luar daerah.

“Kita mau semua kebutuhan dari MBG ini harus dari usaha kelompok tidak boleh ambil dari luar daerah. Kita minta nanti semua kebutuhan harus ambil dari kelompok tani, kalau ada yang ambil dari luar daerah saya rekomendasikan kepada Badan Gisi Nasional untuk ditutup,” tegasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!