Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

CAK MUNIR: Jangan Pernah Merasa Takut, Oleh Darius Beda Daton

Perjumpaan dengannya sekitar tahun 2001. Saat itu saya aktif di LSM Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) di Kupang.(Dok.istimewa)

Di kampung halamannya, Batu, Malang, Jawa Timur, dibangun museum cak Munir. Ibu Suciwati istrinya terus berjuang meminta negara mencari siapa pelaku utama pembunuhan suaminya.

Sebab yang dihukum saat itu hanya Policarpus, seorang pilot maskapai Garuda Indonesia. Selain itu tidak ada pelaku lain yang dihukum.

Baca Juga  Ombudsman NTT Sebut 91,3 Persen Perawat Menerima Gaji di Bawah UMP

Hari ini genap 21 tahun Cak Munir berpulang. Saya menulis ini sebagai kenangan akan dirinya, seorang aktivis pemberani, pembela hak buruh hingga akhir hayatnya.

Baca Juga  Ombudsman NTT Sebut Fee yang Diterima Bendahara Dari Proyek Rp300 Juta di SBD Merupakan Tindak Pidana Korupsi

Cak Munir, terima kasih ya atas semua ilmu yang ditularkan kepada kami aktivis muda kala itu. Kami terus berikhtiar menjadi pembela bagi mereka yang hak-haknya terabaikan sebagaimana dirimu. Semoga kami mampu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!