Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Camat Wewewa Barat Usulkan 3 Titik Jalan Untuk Dikerjakan di Tahun 2026, Termasuk Jalan di Lua Koba

Rian Marviriks Storintt.id
Pemerintah Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya mengusulkan 3 titik jalan untuk dikerjakan pada tahun 2026 ini.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pemerintah Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya mengusulkan 3 titik jalan untuk dikerjakan pada tahun 2026 ini.

Ketiga titik jalan tersebut sudah ditetapkan dalam Musrembangcam tahun 2025 lalu untuk diusulkan ke tingkat kabupaten.

Akses jalan itu disebut sebagai jalan penghubung antar jalan Kabupaten. Dan juga sebagai jalan utama yang sering dilalui anak sekolah maupun masyarakat umum. Selain itu, juga terdapat beberapa fasilitas publik, seperti sekolah, gereja dan lain sebagainya.

Dikonfirmasi, Camat Wewewa Barat, Benyamin Kaba mengakui, akses jalan di wilayah pimpinannya sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah kabupaten.

“Ya, banyak akses jalan yang rusak, tentunya, atas nama masyarakat Wewewa Barat, kami sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah kabupaten,” kata Benyamin, Selasa(13/01/2026).

Baca Juga  Tegas! Bupati SBD Perintahkan Kepala Desa Perhatikan Kebutuhan Kelompok Tani

Meski banyak akses jalan yang dinilai rusak, Benyamin menyebut ada 3 titik jalan yang ditetapkan dalam Musrembangcam kala itu. Diantaranya, jalan di Watulabara, Raba Ege dan Lua Koba.

Ketiga jalan tersebut, kata Benyamin, sudah sangat rusak parah sejak beberapa tahun yang lalu. Selain itu, penetapan 3 akses jalan itu juga tidak terlepas dari survei yang dilakukan pihaknya, termasuk hasil keluhan masyarakat setempat.

Menurutnya, selama ini masyarakat merasa kesulitan ketika melalui jalan di wilayah itu. Apalagi, setiap hari pasar, masyarakat disebutnya sangat kesulitan ketika mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Baca Juga  Wakil Bupati Minta Kepala Desa Lua Koba Dampingi Warga Mengurus Kartu Keluarga

“Kalau setiap hari pasar, masyarakat kesulitan mengangkut hasil bumi. Yang lebih memprihatinkan ketika mengangkut tomat dan tanaman cepat rusak lainnya. Ada yang mengeluh, belum sampai pasar, tomat sudah hancur karena gesekan selama perjalanan,” ungkapnya.

Benyamin berharap, dari ketiga jalan yang diusulkan, ada salah satu yang bisa diterima untuk ditingkatkan pekerjaanya pada tahun 2026.

Ia menyadari bahwa kekuatan APBD II Sumba Barat Daya tidak cukup untuk mengerjakan ketiga jalan yang diusulkan sejak tahun 2025 itu.

Namun, dengan penuh keyakinan, Benyamin menyebut pemerintah kabupaten akan merealisasikan salah satu dari jalan tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!