CATATAN REDAKSI! Tanaman Jagung Warga Jadi Korban Proyek Rp300 Juta di Sumba Barat Daya, Ada Dugaan Korupsi?
Jalan usaha tani yang berada di Dusun Pancasila ini mulai dikerjakan kurang lebih pada bulan April 2024 silam hingga masa kerjanya akan berakhir pada bulan Desember 2024.
KELUHAN WARGA ATAS PEKERJAAN YANG DIANGGAP FINIS
Alih-alih kalender kerjanya berakhir pada bulan Desember 2024 dan dianggap finis, pekerjaan ini malah menuai sorotan.
Mulai dari ketebalan sirtu, tidak adanya deker, tembok penahan dan papan informasi atau keterbukaan informasi penggunaan anggaran.
Masyarakat mulai menyoroti pembuatan deker dan tembok penahan lantaran dijanjikan bahwa disekitar lahan jagung itu akan dibuatkan deker dan tembok penahan demi mencegah kerusakan tanaman pada musim hujan.
Tetapi, itu hanya janji yang tidak akan pernah ditepati. Bagaimana tidak, hingga saat ini jalan itu malah terkikis air hujan. Tanaman jagung terendam. Tidak ada drainase di sana.
Anehnya lagi, ada dua titik yang pasang pipa kemudian dianggap sebagai deker. Pipa-pipa itu dilapisi tanah sirtu. Sangat miris bukan? Apalagi dititik itu yang dijanjikan akan dibuatkan deker, fakta lapangannya malah berbeda.
DINAS PERTANIAN DAN PPK JANJI MONITORING BERSAMA KNSPEKTORAT
Namun demikian, ketika dikonfirmasi kembali, Haris hanya berkomentar singkat. Ia menyebut pihaknya belum turun ke lokasi untuk memastikan keluhan masyarakat. Mereka batal turun lantaran PPK dikabarkan sedang terganggu kesehatan.
Haris menjanjikan dalam minggu ini akan tetap melakukan minitoring ketika PPK sembuh dari sakitnya.
“Belum turun Karena PPK ada sakit. Dalam Minggu ini,” kata Haris dengan singkat ketika kembali dikonfirmasi, pada Minggu(02/02/2025).
Tinggalkan Balasan