Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Cegah Abrasi Pantai Waikelo, Mahasiswa UGM Tanam Mangrove, Wakil Bupati SBD: Menginspirasi Masyarakat

Rian Marviriks Storintt.id
Kegiatan ini disebut sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumba Barat Daya.

STORINTT – Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) gelar kegiatan penanaman mangrove di muara air laut Waikelo, Desa Radamata, Kabupaten Sumba Barat Daya,

Sementara kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, Sabtu(18/07/2026).

Kegiatan ini disebut sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Untuk itu, Pemerintah Sumba Barat Daya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada atas dedikasi dan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan selama melaksanakan KKN di daerah ini.

“Pembangunan Kabupaten Sumba Barat Daya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia dan pelestarian lingkungan,” kata Wakil Bupati Angga Kaka.

Menurutnya, kegiatan edukasi dan penanaman mangrove ini sejalan dengan visi Kabupaten Sumba Barat Daya, yaitu terwujudnya Kabupaten Sumba Barat Daya Hebat yang Berkarakter, Sehat, Cerdas, Berketahanan Pangan, dan Berbudaya Menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjaga kualitas air, menyerap emisi karbon, sekaligus menjadi habitat berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan biota laut lainnya yang mendukung ketahanan pangan serta sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pelestarian mangrove sebagai gerakan bersama. Menurut Wakil Bupati melalui edukasi lingkungan, masyarakat akan semakin memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam,” katanya lagi.

Ia berharap supaya ilmu, inovasi, dan semangat kolaborasi yang dibawa mahasiswa mampu menginspirasi masyarakat serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.***

Tutup
error: Content is protected !!