Cerita Pendeta Anggriani Tentang Pos PI Weepanoka Cabang GKS Ndeta Ate; Berharap bisa bangun gedung permanen
TIMEXNTT – Cerita Pendeta Anggriani Sari Dadi Mesa, S.Th tentang proses hadirnya Pos Pekabaran Injil(PI) Weepanoka di Desa Laga Lete, Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, NTT.
Untuk diketahui, Pos PI Weepanoka didirikan berdasarkan insiatif warga Jemaat Desa Lagalete yang mendapat dukung dari pemerintah desa dan seluruh masyarakat di wilayah itu.
Sedangkan, tanah yang dijadikan tempat untuk mendirikan Pos PI Weepanokan merupakan milik keluarga besar Suku Weeleo a.n Martinus Bili Bali.
Tanah tersebut telah diserahkan atau dihibahkan secara resmi. Saat ini, Jemaat melakukan ibadah dengan menggunakan gedung darurat.
Awalnya, Pos PI Weepanoka didirikan karena mendapat keluhan Jemaat dari Desa Laga Leta dan sekitarnya yang merindukan untuk mendekatkan pelayanan.
Mereka merindukan itu karena jarak rumah dengan GKS Ndeta Ate di Dusun Ndeta Ate, Desa Kabali Dana cukup jauh.
Keluhan itupun dibawa dalam rapat lengkap Majelis pada tanggal 18 Februari 2024 lalu. Alhasil, disepakati bahwa bisa didirikan Pos PI di wilayah tersebut.
“Jarak antara rumah KK tersebut dengan GKS Ndeta Ate di Desa Kabali Dana cukup jauh. Jadi dengan alasan inilah yang pada akhirnya kami melakukan rapat lengkap Majelis Jemaat pada tanggal 18 Februari 2024. Maka disampaikanlah apa yang menjadi kerinduan warga Jemaat dari Desa Laga Lete, sehingga diputuskan untuk mendirikan Pos PI Weepanoka,” kata Pdt.Anggriani ketika ditemui sebelum peresmian Pos PI Weepanoka, Jumat(28/03/2025).
Ibadah perdana di Pos PI Weepanoka dilangsungkan pada tanggal 17 Maret 2024. Saat itu, hanya terdapat 3 Kepala Keluarga(KK).
Namun, seiring berjalannya waktu, hingga saat ini sudah 9 KK atau 51 jiwa yang sudah bergabung menjadi Jemaat Pos PI Weepanoka.
Ada juga beberapa Jemaat dari wilayah lain yang rumahnya berdekatan dengan Pos PI Weepanoka memutuskan untuk bergabung.
“Hal mendasar untuk mendekatkan pelayanan. Jumlah KK yang sampai saat ada 9 KK dengan jumlah jiwa 51 orang,” tambah Pdt.Anggriani.
Setelah digunakan, Jemaat Pos PI Weepanoka menginginkan supaya diresmikan oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla.
Mereka mengundang Bupati Sumba Barat Daya supaya dapat melihat secara langsung kondisi gedung darurat yanh digunakan oleh warga Jemaat ketika beribadah.
Untuk itu, mereka berharap supaya Pemerintah Kabupaten dapat memberi perhatian untuk membangun gedung tersebut menjadi permanen.
“Dengan mengundang Bupati Sumba Barat Daya, kiranya ke depan dengan keadaan gedung darurat ini yang sebenarnya kami tidak layak mengundang seorang pemimpin wilayah, tetapi ada hal yang menjadi kerinduan kami ke depan, supaya gedung ibadah ini bisa permanen,” harap Pdt.Anggriani.***
Tinggalkan Balasan