Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dalam Setahun 2 Kali Terjadi Keracunan Diduga Karena Menu MBG, Bupati Ratu Wulla Ingatkan SPPG

Rakor dan evaluasi ini berlangsung pasca keracunan yang dialami oleh ratusan siswa-siswi di Sumba Barat Daya yang diduga karena mengonsumsi menu MBG. Keracunan tersebut terjadi pada bulan Juli dan November 2025.

“Saya berharap agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sumba Barat Daya dilaksanakan secara maksimal dengan memperhatikan kualitas makanan yang disajikan mulai dari pengolahan, pengepakan dan distribusi sampai dikonsumsi anak-anak di sekolah dalam keadaan baik dan aman,” tambahnya.

Sehubungan dengan adanya KLB keracunan makanan yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Juli dan November, Bupati Ratu Wulla menegaskan kepada SPPG, pihak sekolah dan Yayasan agar melakukan evaluasi secara serius, merumuskan langkah-langkah perbaikan secara nyata dalam pengelolaan MBG agar ke depan peristiwa serupa tidak terulang menimpa anak-anak sekolah di Sumba Barat Daya.

Baca Juga  Ratu Angga Kantongi SK B1-KWK 2 Parpol Total 10 Kursi, Ratu Bilang Minggu ini Partai Lain Nyusul 

Pemerintah daerah melalui Satgas akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan tepat sasaran, aman, dan bermanfaat.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak supaya bersama-sama berkolaborasi positif agar pelaksanaan MBG di Kabupaten Sumba Barat Daya ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan terhindar dari peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan yang dapat merugikan ataupun membahayakan anak-anak penerima MBG.

Baca Juga  Dugaan Keracunan Menu MBG Terhadap Puluhan Siswa, Polres SBD Sudah Panggil Ahli Gizi SPPG Tambolaka

“Terimakasih dan apresiasi kepada tenaga kesehatan dokter dan perawat di Puskesmas Watukawula, RSUD Reda Bolo, dan RS Karitas yang telah bekerja keras memberikan pertolongan dengan cepat kepada semua siswa yang mengakami keracunan MBG,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!