Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Dalam Setahun 2 Kali Terjadi Keracunan Diduga Karena Menu MBG, Bupati Ratu Wulla Ingatkan SPPG

Rakor dan evaluasi ini berlangsung pasca keracunan yang dialami oleh ratusan siswa-siswi di Sumba Barat Daya yang diduga karena mengonsumsi menu MBG. Keracunan tersebut terjadi pada bulan Juli dan November 2025.

TIMEXNTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menggelar rapat koordinasi dan evaluasi program Makanan Bergizi Gratis(MBG), Kamis(20/11/2025) di aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya, NTT.

Rakor dan evaluasi ini berlangsung pasca keracunan yang dialami oleh ratusan siswa-siswi di Sumba Barat Daya yang diduga karena mengonsumsi menu MBG. Keracunan tersebut terjadi pada bulan Juli dan November 2025.

Rapat koordinasi dan evaluasi program MBG ini bertujuan untuk menyatukan arah dan mengawal bersama sesuai kewenangan dan tupoksi masing-masing pihak agar program MBG di Kabupaten Sumba Barat Daya dapat terlaksana dengan baik, lebih efektif, dan bermanfaat bagi seluruh anak-anak Sumba Barat Daya.

Untuk diketahui, program Makan Bergizi Gratis(MBG) merupakan quick win Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pemenuhan gizi anak usia sekolah.

Program MBG yang telah berjalan di Kabupaten Sumba Barat Daya, diharapkan bukan hanya memberikan makanan, tetapi juga merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan cerdas melalui perbaikan gizi anak sekolah.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla mengatakan, Badan Gizi Nasional(BGN) yang dibentuk melalui perpres nomor 83 tahun 2024 mempunyai tugas dalam pemenuhan gizi nasional dalam rangka pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas menuju tercapainya generasi emas 2045.

Baca Juga  Panen Perdana di Wewewa Timur, Bupati SBD; Kita siap sukseskan program ketahanan pangan

BGN meluncurkan program Makan Bergizi Gratis dengan pola makan gizi seimbang sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi masyarakat dengan sasaran peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia balita.

Menurutnya, program MBG 2025 mulai dilaksanakan pada awal bulan Januari yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap memgikuti kesiapan SPPG yang tersebar diseluruh wilayah 38 provinsi di Indonesia.

“Tujuan utama program MBG adalah meningkatkan status gizi masyarakat, mengurangi masalah mal-nutrisi dan stunting serta meningkatkan kualitas pendidikan dan produktivitas bangsa dengan target kelompok rentan seperti anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk memastikan mereka mendapatkan makan yang sehat dan bergizi,” kata Bupati Ratu Wulla.

Lebih lanjut, Bupati Ratu Wulla menuturkan, program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi bangsa, termasuk generasi Sumba BaratDaya. Gizi yang baik adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif.

Bupati Ratu Wulla meyakini, anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi akan lebih sehat, lebih cerdaa dan lebih siap untuk belajar.

Ia menyebut keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan tetapi tentunya akan berdampak terhadap penurunan angka stunting, peningkatan daya konsetrasi belajar siswa dan kebiasaan hidup sehat melalui kebiasaan makan makanan bergizi yang mulai tertanam sejak usia dini.

Baca Juga  Lebih Awal, Bupati Sumba Barat Daya Ajak Masyarakat Taat Bayar Pajak

“Saya berharap agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sumba Barat Daya dilaksanakan secara maksimal dengan memperhatikan kualitas makanan yang disajikan mulai dari pengolahan, pengepakan dan distribusi sampai dikonsumsi anak-anak di sekolah dalam keadaan baik dan aman,” tambahnya.

Sehubungan dengan adanya KLB keracunan makanan yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Juli dan November, Bupati Ratu Wulla menegaskan kepada SPPG, pihak sekolah dan Yayasan agar melakukan evaluasi secara serius, merumuskan langkah-langkah perbaikan secara nyata dalam pengelolaan MBG agar ke depan peristiwa serupa tidak terulang menimpa anak-anak sekolah di Sumba Barat Daya.

Pemerintah daerah melalui Satgas akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan tepat sasaran, aman, dan bermanfaat.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak supaya bersama-sama berkolaborasi positif agar pelaksanaan MBG di Kabupaten Sumba Barat Daya ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan terhindar dari peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan yang dapat merugikan ataupun membahayakan anak-anak penerima MBG.

“Terimakasih dan apresiasi kepada tenaga kesehatan dokter dan perawat di Puskesmas Watukawula, RSUD Reda Bolo, dan RS Karitas yang telah bekerja keras memberikan pertolongan dengan cepat kepada semua siswa yang mengakami keracunan MBG,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!