Dapur Sehat Omba Lunda Tambolaka Tidak Beroperasi, Siswa Tidak Mendapat Pelayanan MBG Selama 1 Minggu
STORINTT – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) Dapur Sehat Omba Lunda, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya tidak beroperasi selama 1 minggu. Dampaknya, siswa tidak lagi mendapatkan layanan Makan Bergizi Gratis(MBG).
Diketahui, Dapur Sehat Omba Lunda dikelola oleh Yayasan Ronita Peduli Sosial. Dapur tersebut menjadi dapur pertama di Sumba Barat Daya yang beroperasi hingga mendapat pujian dari Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena.
Dihubungi, Kepala Sekolah SDK Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Lusia Thoma mengaku bahwa sekolah yang ia pimpin tidak mendapatkan pelayanan MBG selama 1 minggu. Hal itu terjadi sejak 18 Mei 2026 hingga saat ini.
Lusia menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh dari pihak Dapur Sehat Omba Lunda Tambolaka, pelayanan dihentikan karena terkendala dengan biaya operasional yang belum dicairkan dari Pemerintah Pusat.
“Sampai sekarang belum ada informasi terbaru kapan pelayanan dilakukan kembali. Kalau di sekolah saya ada 183 siswa yang menerima MBG,” kata Lusia melalui pesan whatshap, Senin(25/05/2026).
Dihubungi terpisah, Kepala Dapur Mandiri Langga Lero, Benediktus Gelan Muda mengatakan, kalau pelayanan MBG terhadap beberapa sekolah masih berjalan normal.
Menurutnya, meski Pemerintah Pusat memangkas dana MBG Rp67 triliun, hal itu belum dialami oleh Dapur Mandiri Langgalero. Ia menyebut dana yang di transfer masih terbilang normal.
“Pelayanan masih berjalan normal. Tidak ada kendala hingga hari ini. Anggaran kami juga masih normal, belum ada pemotongan” kata Benediktus.
Ia menyebut Dapur Mandiri Langga Lero yang berada dinaungan Yayasan Tana Manda Sumba juga pernah mengalami kendala selama 2 hari karena anggaran belum masuk dari pusat.
Namun karena dari pihak suplaiyer bahan baku memberi kemudahan, kendala tersebut masih bisa teratasi atau pelayanan tetap bisa dilakukan.
“Memang pernah saat itu selama dua hari, tapi karena suplaiyer bahan baku bersedia menanggulangi, jadi kami tetap beroperasi, setelah uang masuk baru kami bayar bahan baku,” katanya lagi.
Sementara itu, juga dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Tana Manda Sumba, Adam Mone mengatakan hal yang sama. Ia mengaku proses pelayanan masih berjalan normal.
Hingga saat ini, kata dia, Dapur Mandiri Langga Lero melayani 7 sekolah dan 2 posyandu.
“Tidak ada kendala, masih berjalan normal seperti biasa,” kata Adam.
Sementara itu, Kepala SPPG Tambolaka yang dihubungi melalui pesan dan telepon whatshap enggan merespon konfirmasi media ini tentang dihentikannya pelayanan MBG dibeberapa sekolah.***