Demi Harga Diri, Persada Sumba Barat Daya Walk Out, Wasit Dinilai Tidak Profesional
TIMEXNTT – Sebagai insan pecinta sepakbola, tentunya wajib menjunjung tinggi sportifitas dalam sebuah pertandingan. Namun, apa daya, jika wasit yang memimpin sebuah pertandingan tidak profesional.
Bukan hanya di Nusa Tenggara Timur, walk out ini kerap menjadi sorotan disejumlah daerah bukan karena tak menerima kekalahan, melainkan sikap wasit yang dinilai telah merugikan salah satu tim.
Hal yang sama pun dipertontonkan oleh seorang wasit yang memimpin jalannya pertandingan ETMC XXXIII di stadion Oepoi Kota Kupang, Minggu(16/03/2025) kemarin.
Wasit yang terburu-buru mengambil keputusan tanpa berkoordinasi dengan Asisten Wasit(AW) lainnya ternyata berdampak buruk dalam sebuah pertandingan.
Keputusan kontroversial ini benar-benar telah merugikan tim Persada Sumba Barat Daya dalam menjamu Persamba Manggarai Barat di injury time. Padahal, tim Persada Sumba Barat Daya hanya bermain dengan 10 pemain.
Sebenarnya, Persamba Manggarai Barat memiliki peluang menang yang besar jika dilanjutkan pada tambahan waktu 2×15 menit. Sayangnya, keputusan kontroversial wasit harus menghentikan jalannya pertandingan.
Aksi protes soal keputusan kontroversial wasit ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Askab Sumba Barat Daya, Emanuel Da Titto.
Menurutnya, yang diprotes itu keputusan wasit yang tidak profesional dalam memimpin jalannya pertandingan. Ia menilai , keputusan wasit di injury time sudab merugikan tim Persada Sumba Barat Daya.
“Kami tetap menjunjung tinggi sportifitas dalam pertandingan. Dari babak pertama hingga memasuki babak kedua tidak ada persoalan. Bahkan satu pemain kami dapat kartu merah dan mereka tidak sportif,” kata Emanuel.
Emanuel tak memungkiri jika Persamba Manggarai Barat memiliki peluang menang karena hanya bermain dengan 10 pemain dari Persada Sumba Barat Daya.
Ia pun menyayangkan keputusan wasit kontroversial ini hingga mencederai eksistensi sepakbola di Nusa Tenggara Timur(NTT).
“Jika tidak ada keputusan inikan pertandingan akan dilanjutkan pada penambahan waktu 2×15 menit. Dan Persamba Manggarai Barat mempunyai peluang menang yang terbuka dan kami siap terima. Kami tetap spirtif ko, tapi kalau wasit tidak prifesional, siapapun pasti protes,” tambah Emanuel.
Pilihan Persada Sumba Barat Daya untuk Walk Out menuai pujian dari pecinta sepakbola. Mereka menilai keputusan walk out ini sebagai wujud aksi protes dan menjaga harga diri daerah.
“Kalau mereka memilih tetap bermain, berarti mereka sepakat keputusan wasit. Itu jelas-jelas ko bukan pelanggaran. Apalagi wasit utama itu ambil keputusan tanpa koordinasi dengan hakim garis. Demi harga diri mereka wajib walk out sebagai bentuk protes keras terhadap keputusan wasit,” kata seorang pegiat sepakbola.***
Tinggalkan Balasan