Di Desa Kadu Eta SBD, Seorang Ibu Hidup Bersama 3 Anak Digubuk Reot: Tak Ada Tanah Untuk Bangun Rumah Layak Huni
TIMEXNTT – Seorang ibu di Desa Kadu Eta, Kecamatan Kodi Utara harus hidup bersama 3 anaknya digubuk reot lantaran tidak punya tanah untuk membangun rumah layak huni.
Kondisi kehidupan ibu rumah tangga tersebut diketahui publik ketika diunggah oleh pengguna facebook, @Ancelalo.
Dalam isi video itu, @Ancelalo bersama rekannya sedang melakukan tugas pendataan. Ia bersama rekannya menyempatkan diri untuk merekam kondisi gubuk reot yang dihuni oleh seorang ibu bersama 3 orang anak.
“Diposting atas ijin ibu tersebut,” tulis @Ancelalo dalam memberi keterangan video tersebut dikutip timexntt.id, Sabtu(27/09/2025).
Selain itu, @Ancelalo juga memberi keterangan secara lengkap dipostingan video tersebut. Ditulisnya, tampak luar dalam gubuk itu tidak layak dihuni. Sedangkan, suami dari ibu rumah tangga itu disebut sudah lama merantau.
@Ancelalo juga mengutip pernyataan seorang ibu itu bahwa hampir seluruh atap sudah bocor. Gubuk itu beratapkan alam. Sehingga setiap kali musim hujan, mereka harus berlindung di bawah atap yang masih bisa menahan derasnya air hujan.
“Tampak luar dalam dari rumah yang mereka huni,ibu ini tinggal bersama ketiga anaknya, suami sudah lama merantau, menurut penyampaian ibu rumah tersebut hampir seluruh atapnya bocor, jadi ketika hujan harus cari sisi atap yang tidk bocor untuk bisa berlindung,” tulis @Ancelalo.
Namun demikian, beberapa pihak sudah pernah mendatangi gubuk reot itu, termasuk Pemerintah Desa setempat. Sayangnya, keluarga itu menolak karena tak lagi mempunyai tanah untuk membangun rumah.
Sementara, tanah temoat dibangun gubuk tersebut adalah milik orang lain yang berlokasi di Bukambero, Desa Kadu Eta, Kodi Utara, tepatnya di Kampung Dede Ota.
“Dan benar adanya sudah pernah ada pihak datang kerumah untuk menawarkan rumah layak huni, namun yang jadi kendala ibu tidak menolak rumah tersebut tapi tidak memiliki tanah untuk membangun rumah layak yang ditawarkan karena tempt yang mereka tinggal sekarang sudah milik orang lain, beralamat di Bukambero,Desa Kadu Eta,Tepatnya Di Dede Ota,” tulisnya lagi.
“Postingan ini hanya semata untuk mencoba memberi info lihat sosial media kepada orang-orang diluar sana yang punya misi membantu orang-orang agar bisa di tonton dan barang kali menjadi kesempatan mama ini untuk dibantu sesuai kebutuhan. Sedih sekali lihat keadaan begini di pelosok-pelosok desa masih banyak yang perlu diperhatikan,” tambahnya dalam menuliskan keterangan diakhir postingannya.***
Tinggalkan Balasan