Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Diduga Kerja Abal-Abalan Dengan Habiskan Rp300 Juta; Itu bukan pokir DPRD

Bahkan, Dengan total anggaran yang bombastis itu, masyarakat menduga bahwa pekerjaan jalan usaha tani dilakukan secara abal-abalan.(Dokpri Rian Marviriks)

“Tanda tangan kontrak bulan April tahun 2024. Pengerjaannya sampai bulan Desember 2024 dengan total anggaran Rp300 juta. Sewakelola tidak pakai tender, tapi kelompok tani tidak punya alat berat, jadi mereka cari orang yang bisa kerja yang dibuktikan dengan Perjanjian Kerja(PK),” tutur Haris.

Haris juga menjawab soal keluhan masyarakat tentang keterbukaan pagu anggaran pada pekerjaan itu. Pasalnya, selama proses pekerjaan tidak ada papan informasi yang terpasang.

Baca Juga  Penyuluh Pertanian Wewewa Barat Sosialisasi Kegiatan Demplot Hortikultura di Desa Wali Ate

Menurut Haris, papa informasi sudah didesain. Namun, diduganya bahwa pengerja jalan itu tidak memasang papan informasi tersebut.

Soal PHO pekerjaan, Haris menyebut belum dilakukan. Sebab, disebutnya lagi bahwa belum ada laporan tentang penyelesaian pekerjaan teesebut.

“Kalau papan informasi sudah ada mungkin mereka tidak tempel. Kita belum PHO karena mereka pencairan itu kalau tidak salah di Desember atau Januari. Nanti kita lihat pekerjaan kalau sudah selesai baru di PHO karena saat ini belum ada laporan,” ucap Haris.

Baca Juga  Bukan Pungli, Uang yang Disetor Soal Kabel Listrik di Desa Wali Ate Hasil Kesepakatan Swadaya Antar Warga 

Hingga berita ini ditayangkan, belum terkonfirmasi apakah Dinas Pertanian SBD sudah mekakukan monitoring. Sebab dikabarkan sebelumnya mereka akan melakukan monitoring pada Kamis atau Jumat lalu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!