Dikala Mahasiswa Asal Alor Memohon Bantuan Beras, Pemprov NTT Justru Alokasikan Rp1,7 Miliar Untuk Pesta HUT RI
STORINTT – Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Adriano Padama menjadi viral usai dirinya memohon bantuan beras dihadapan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Tindakan Adriano memantik perhatian publik karena dinilai telah berjuang dalam menyuarakan kebutuhan masyarakat terpencil di Kabupaten Alor yang disebut sulit mendapatkan beras karena harga pasar yang tinggi.
Namun, ditengah kesulitan perolehan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah terpencil, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kominfo justru lebih fokus mengalokasikan anggaran Rp1.791.950.000 untuk kebutuhan belanja jasa persiapan, penyelenggaraan acara dan jasa artis hingga Pameran pembangunan pada gelaran HUT RI pada 17 Agustus mendatang.
Menurut pengakuan Adriano, kebutuhan beras masyarakat Alor mencapai sekitar 24 ribu – 27 ribu ton per tahun, sementara kemampuan produksi daerah hanya mampu memenuhi sekitar 10% kebutuhan. Kondisi tersebut menyebabkan harga beras di wilayahnya kerap melambung, terutama di daerah pedalaman.
“Kalau di wilayah perkotaan harganya sekitar Rp13 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram. Tapi di pedalaman bisa Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Saat terjadi hujan, jadi susah kirim beras. harganya bisa mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram,” ungkap Adriano, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Senin(10/08/2026).
Adriano juga menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat di daerahnya, terutama anak-anak, yang terpaksa mengganti konsumsi beras dengan umbi-umbian karena harga pangan yang terlalu mahal.
Mendengar penjelasan tersebut, Mentan Amran langsung menghentikan sejenak rangkaian acara dan menghubungi Direktur Utama Perum Bulog melalui sambungan telepon di hadapan seluruh peserta.
“Pak Dirut Bulog, Kabupaten Alor ada gudang Bulog di sana? Kalau belum ada, bangun gudang di sana. Hari ini juga kirim beras ke Alor. Saya minta harga beras sesuai arahan Bapak Presiden, Rp12.500 per kilogram,” tegas Mentan Amran.
Mentan Amran menekankan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terluar harus memperoleh akses pangan dengan harga yang sama seperti daerah lain di Indonesia.
“Hari ini juga dikirim. Saya akan pantau langsung. Ambil nomor teleponnya, nanti laporkan lagi kepada saya perkembangan di lapangan. Saudara-saudara kita di Alor harus mendapatkan beras dengan harga terjangkau,” katanya.
Tidak berhenti pada penugasan pengiriman beras, Mentan Amran juga meminta Bulog memastikan ketersediaan infrastruktur distribusi agar pasokan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan di Kabupaten Alor.***